Mamuju
Permahi Mamuju Tolak Pilkada Lewat DPRD, Wardian : Khianati Semangat Refomasi
ardian menilai wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD adalah kegagalan demokrasi dan akan mengurangi peran serta masyarakat
Penulis: Lukman Rusdi | Editor: Abd Rahman
Prabowo mengajak seluruh ketua umum partai politik yang hadir dalam acara tersebut untuk mendukung wacana tersebut. Sebab,sistem politik demokrasi pemilihan langsung dianggap berbiaya mahal.
"Ketua umum partai Golkar, salah satu partai besar, tadi menyampaikan perlu ada pemikiran memperbaiki sistem parpol, apalagi ada Mba Puan kawan-kawan dari PDIP, kawan-kawan partai-partai lain mari kita berpikir," kata Prabowo.
Menurutnya, sistem politik dengan pemilihan langsung menghabiskan banyak uang negara dalam hitungan hari. Tak hanya itu, para tokoh politik juga harus merogoh kocek yang tidak sedikit.
Prabowo pun memberikan contoh Malaysia, Singapura hingga India yang sudah melakukan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Nantinya, para anggota DPRD menjadi penentu terpilihnya calon kepala daerah.
"Sekali milih anggota DPRD, DPRD itu lah yang milih gubernur milih bupati. Efisien gak keluar duit, efisien, kaya kita kaya," ungkapnya.
Dengan begitu, kata Prabowo, anggaran negara bisa dipakai untuk keperluan program pemerintah lainnya. Misalnya, makan bergizi gratis bagi anak-anak hingga perbaikan sekolah.(*)
Bukan Rekening Sekolah Dana BOS Sejumlah Sekolah di Mamuju Disimpan di Rekening Kepsek dan Bendahara |
![]() |
---|
Warga Desak Perbaikan Jalan Poros Bayor Mateng, Dana Rp200 Juta Diminta Segera Digunakan |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Laut di Pasar Topoyo Langka, Ibu Rumah Tangga Terpaksa Beli Tempe |
![]() |
---|
Progres Pembangunan Bendungan Budong-budong di Mamuju Tengah Capai 62 Persen |
![]() |
---|
Prajurit Ubah Kesedihan Menjadi Harapan di Mamuju Tengah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.