Penyakit Hewan
Pemkab Mateng Siapkan Check Poin Perbatasan untuk Cegah Penularan Penyakit Hewan dan Tumbuhan
Litha juga menyebutkan, ada jalan tikus yang kerap dilalui pemasok luar maupun dari dalam daerah tak jauh dari jembatan Benggaulu, Karossa.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) akan menyiapkan check poin di wilayah perbatasan mencegah penularan penyakit hewan, ikan dan tumbuhan.
Sekertaris Daerah (Sekda) Mateng, Litha Febriani mengatakan, ada tiga titik check poin darat di Mamuju Tengah yakni gerbang masuk Kecamatan Pangale (Selatan), Pos Tugu Benteng Kayu Mangiwang dan Kecamatan Karossa (Utara).
Sementara, jalur laut berada di pelabuhan Karondang Desa Babana, Kecamatan Budong-budong.
Baca juga: Anak Sapi Milik Polisi di Tutar Polman Hilang Berhari-hari Ternyata Ditelan Ular Piton
"Adapun di luar Mamuju Tengah yakni pelabuhan Mamuju dan Pelabuhan Donggala," sebut Litha saat ditemui di Aula Hotel M. Sinar Mas, Jalan Trans Sulawesi, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mateng, Kamis (28/8/2025).
Litha juga menyebutkan, ada jalan tikus yang kerap dilalui pemasok luar maupun dari dalam daerah tak jauh dari jembatan Benggaulu, Karossa.
Sehingga check poin di ujung Utara Mamuju Tengah sebelumnya tepat diperbatasan kini dipindahkan di lokasi jalan tikus tersebut.
Olehnya itu ia berharap, komoditas pertanian, peternakan dan perikanan di Mamuju Tengah bebas dari penyakit.
Ia juga menyinggung, ketika ada penyakit ditemukan, Pemkab segera berkoordinasi dengan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sulbar untuk melakukan pembinaan.
"Intinya kami akan tetap berkolaborasi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BKHIT Sulbar, Umar mengatakan, pelaku usaha penting mendapat edukasi perkarantinaan.
Sebagai upaya mitigasi resiko penyebaran hama penyakit menular pada hewan, ikan dan tumbuhan.
Ia menyinggung beberapa penyakit menular hewan sudah masuk di Mamuju Tengah seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), jembrana dan lainnya.
Adapun ikan air tawar seperti ichthyophthirius multifiliis yang menyebabkan bintik putih, bakteri aeromonas hydrophila yang menyebabkan borok dan pendarahan, jamur (muncul seperti kapas di tubuh ikan), virus, serta gangguan seperti penyakit gelembung gas (Gas Bubble Disease) dan mata membesar (Popeye).
Sementara untuk tumbuhan seperti penyakit busuk batang, kutu, ganoderma dan lainnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
201 ASN Pemprov Sulbar Potensi Diseret ke Ranah Hukum Jika Tak Segera Kembalikan Kerugian Negara |
![]() |
---|
Eks Sekwan DPRD Sulbar Hamzih Diminta Kembalika Uang Negara Rp 247 Juta, Terbanyak dari 201 ASN |
![]() |
---|
Dorong Pemerataan Tenaga Medis Spesialis, Wabup Pasangkayu Hadiri Konferensi Internasional PGME 2025 |
![]() |
---|
Daftar Nama ASN Pemprov Sulbar Belum Kembalikan Temuan BPK, Terbesar di Dinas Pendidikan |
![]() |
---|
Aksi Petugas Damkar Mateng Padamkan Mobil Terbakar Habis, Ayah-Anak Selamat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.