Mamuju
Meski Rusak Parah dan Berpotensi Runtuh, Pengendara Tidak Peduli dan Abaikan Peringatan PUPR
Meskipun kondisinya dinyatakan rusak parah jembatan tetap dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Abd Rahman
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Peringatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju tampaknya belum diindahkan sebagian masyarakat.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (30/8/2025), arus lalu lintas di Jembatan Sungai Karema, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, masih ramai dilintasi.
Meskipun kondisinya dinyatakan rusak parah jembatan tetap dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Gedung DPRD Makassar Saat Aksi Demo, Staf dan Fotografer Humas Meninggal Dunia
Baca juga: Manfaat Buah Melon Jika Dikonsumsi Rutin, Jaga Kulit Sehat, Mata Tajam, dan Jantung Kuat
Seorang pengendara, Muksin, mengaku kondisi tersebut sangat mengancam keselamatan.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat.
"Kalau mau ditutup, sebaiknya tutup permanen. Kalau masih bisa dibuka, pasti banyak yang lewat, apalagi kalau harus memutar jauh," ujar Muksin saat ditemui di lokasi.
Namun, Muksin berharap perlunya kejelasan dari pemerintah Daerah (Pemda).
"Harusnya juga ada solusi kalau dilakukan penutupan dan kejelasan kapan pengerjaan," terangnya.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju mengingatkan warga untuk sama sekali tidak melintas di Jembatan Sungai Karema, Jalan Soekarno Hatta.
Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi jembatan yang kini rusak parah dan dinilai sudah tidak layak digunakan.
Bahkan, aparat PUPR menyebut kerusakan yang terjadi membuat jembatan tersebut bisa runtuh sewaktu-waktu.
Kami minta masyarakat benar-benar tidak lewat di jembatan itu lagi. Kalau lihat kondisi di bawahnya pasti orang takut, karena kami sudah cek langsung. Kerusakannya sudah sangat parah,” kata seorang staf PUPR Mamuju, Anto, saat ditemui di kantor PUPR, Jalan Martadinata, Kelurahan Simboro, Jumat (29/8/2025).
Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan sejumlah bagian vital jembatan sudah tidak berfungsi.
Kancingan jembatan terlepas, sehingga tidak lagi mengikat struktur dengan sempurna.
Dudukan bergeser, membuat sambungan tidak stabil.
Penyangga utama di tengah jembatan tampak miring, mengindikasikan potensi ambruk bila beban kendaraan terlalu berat.
“Jembatan ini sudah kami tutup. Kalau tetap ada yang nekat melintas, dan terjadi sesuatu, itu di luar tanggung jawab kami,” tegasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus
PUPR Ingatkan Warga Jangan Nekat Melintas di Jembatan Karema Mamuju, Risiko Nyawa Melayang |
![]() |
---|
Desa Bambamanurung dan Babana Jadi Desa Binaan Imigrasi Mamuju, Cegah PMI Nonprosedural & TPPO |
![]() |
---|
Petani Pisang di Topoyo Terancam Gagal Panen, Tanaman Diserang Penyakit Darah |
![]() |
---|
Bukan Rekening Sekolah Dana BOS Sejumlah Sekolah di Mamuju Disimpan di Rekening Kepsek dan Bendahara |
![]() |
---|
Warga Desak Perbaikan Jalan Poros Bayor Mateng, Dana Rp200 Juta Diminta Segera Digunakan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.