Ini seharusnya menjadi catatan bagi masyarakat Indonesia untuk bijak dalam menggunakan pelayanan keuangan bukan hanya karena akses yang mudah tetapi juga berifikir jangka panjang terkait pelunasan yang tidak hanya pokok utang tapi juga bunga utang yang justru akan semakin memberatkan.
Masyarakat Indonesia harusnya memiliki edukasi dan ilmu yang memadai bagaimana sistem keuangan yang baik dan benar dalam menopang kebutuhan mereka, bukan hanya yang sifatnya mudah tapi membebani di masa yang akan datang. Masyarakat Indonesia juga harusnya memiliki konsep bagaimana mereka mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan supaya mereka tidak terjebak dalam gaya hidup yang konsumtif.
Sistem Pendidikan kapitalisme dan sistem pendikan islam sangat berbeda, dimana sesuatu yang pada dasarnya adalah tidak diperbolehkan (riba) walaupun mudah maka tetap tidak akan dijadikan solusi, karena sesuatu yang dilarang dalam agama pasti tidak baik dijalankan didalam kehidupan kita baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.
Olehnya itu sistem Pendidikan islam memberikan layanan yang meringankankan pembiayaan bahkan sampai pada free pembiayaan, supaya semua generasi bisa mendapatkan hak pendidikan yang sama dan bisa meraih cita-citanya. Dan yang paling penting adalah mereka termuliakan dunia dan akhirat atas ilmu dan pendidikan yang mereka dapatkan. Wallahu A’lam Bissawab. (*)