Berita Majene

Jadi Sorotan, Carita Badut Pengamen di Kota Majene, Rupanya Masih Anak-anak dan Putus Sekolah

Badut pengamen tersebut ada di semua titik lampu merah dalam Kota Majene. Video badut pengamen yang menjamur viral karena mendapat sorotan.

|
Penulis: Juita Mammis | Editor: Nurhadi Hasbi
Juita Mammis/Tribun-Sulbar.com
Gibra (16) badut pengamen di lampu merah Kota Majene 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Badut pengamen menjamur di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Badut pengamen tersebut ada di semua titik lampu merah dalam Kota Majene.

Video badut pengamen yang menjamur di Kota Majene viral karena mendapat sorotan masyarakat.

Parahnya, badut-badut pengamen tersebut rupanya masih di bawah umur.

Seperti yang ada di lampu merah Lingkungan Paleo Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (01/12/2023).

Badut pengamet tersebut bernama Gibra. Usianya baru 16 tahun.

Gibra anak pertama dari lima bersaudara.

Ia mengaku melakukan hal itu karena tuntutan ekonomi.

"Saya kerja sebagai badut untuk kebutuhan hidup sehari-hari karena bapaknya sudah meninggal," ucapnya.

Gibra mengaku ibunya tinggal di Mamuju bersama adiknya.

Sehari-hari dia bekerja sebagai badut, Gibra mulai pukul 07:00 pagi sampai 17:00 Sore WITA.

Gibra biasa mendapatkan uang sebesar Rp50.000-Rp100.00 per hari.

Ia mengaku hanya sekolah sampai SMP.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Darwan, mengatakan, sudah mengambil tindakan terkait maraknya badut pengamen.

"Kami dari Dinas PP3A hanya menghimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada badut," pungkas Darwan.

Ia menjelaskan, hal itu melanggar UU No 35 Tahun 2014 dan perda Kabupaten Majene No 10 Tahun 2017 tentang perlindungan anak.

"Supaya masyarakat tau bahwa ini ada pelanggaran, apalagi masa kerja badut jam-jam sekolah," kata dia.

Sambung Darwan, badut pengamen terebut berhak mendapatkan pendidikan layat dari sekolah.

Sedangkan Kapala Dinas Sosial Kabupaten Majene Albar Mustar, mengatakan, pihaknya belum ada tindakan soal itu.

Dikarenakan, belum ada persuratan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Majene.

"Jika sudah ada persuratan masuk, kami dinas sosial akan memberikan pembinaan dan bantuan," pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved