Respon Demo Tolak Kenaikan BBM Subsidi, KAHMI Sulbar: Sudah Tugas Mahasiswa

Ketua Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (Kahmi) Sulbar, Jamil Barambangi menilai aksi tolak kenaikan BBM subsidi wajar dilakukan mahasiswa.

Penulis: Zuhaji | Editor: Habluddin Hambali
Tribun-Sulbar/Habluddin
Ketua KAHMI Sulbar Jamil Barambangi saat ditemui di Hotel Maleo Jl Yos Sudarso, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar beberapa bulan lalu.(Hablu) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni HMI (Kahmi) Sulbar, Jamil Barambangi menilai aksi tolak kenaikan BBM subsidi wajar dilakukan mahasiswa.

Hal itu dia sampaikan untuk merespons mahasiswa yang menjalankan fungsinya sebagai agent of control social.

"Mereka harus melakukan itu dan sudah tugas mereka," jelasnya kepada TribunSulbar.com, Jumat (9/9/2022).

Menurutnya, ada satu kebijakan pemerintah yang berseberangan dengan kepentingan publik sehingga tejadi aksi unjuk rasa oleh mahasiswa.

Kata dia, kondisi negara yang tidak stabil kemudian direspon mahasiswa dengan menyampaikan pendapat mereka di muka umum.

"Sebenarnya bukan BBM naik, hanya mengalihkan subsidi yang tidak tepat sasaran," kata Jamil.

Namun, keputusan tersebut justru berefek terhadap rakyat kecil tidak terkecuali masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar).

Lanjut, Jamil mengatakan sejak dulu BBM sudah mahal hanya saja pemerintah mensubsidi harga guna meringankan beban kalangan menengah ke bawah.

"Sekarang dialihkan menjadi misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut agar lebih tepat sasaran karena BLT sebesar Rp150 ribu setiap bulannya dirasa tidak akan menutupi kebutuhan BBM masyarakat. (*)

Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved