Breaking News:

Kemenkumham Sulbar

Pandemi Covid-19, PK Bapas Polewali Awasi 632 Klien Asimilasi Rumah Secara Daring

Terkadang ada kendala dalam pelaksanaan pengawasan, seperti nomor telepon klien yang tidak aktif atau terkendala dengan jaringan.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Pandemi Covid-19, PK Bapas Polewali Awasi 632 Klien Asimilasi Rumah Secara Daring. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Polewali sepanjang tahun 2021 menerima 632 klien terkait Pelaksanaan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 dan Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021, tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hal itu diakui Hery Kusbandono selaku Kepala Balai Pemasyarakatan Polewali di Ruang Kerjanya.

“Dari 632 klien yang diterima, 610 klien diantaranya adalah klien dewasa, 13 klien anak, dan 9 klien hasil pelimpahan dari Bapas lain. Klien tersebut akan langsung diawasi oleh pihak Bapas Kelas II Polewali. Pengawasan akan dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan kepada para klien dengan cara daring, cara daring ini dilakukan karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19,” ujarnya

Hery menambahkan, Tahun 2021 Bapas Polewali menerima sebanyak 632 klien dari Lapas/Rutan/LPKA dan juga pelimpahan dari Bapas lain, 162 klien diantaranya akan menjalani program Asimilasi dan 1 klien menjalani Program Integrasi.

Pandemi Covid-19, PK Bapas Polewali Awasi 632 Klien Asimilasi Rumah Secara Daring.
Pandemi Covid-19, PK Bapas Polewali Awasi 632 Klien Asimilasi Rumah Secara Daring. (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Semua klien tersebut akan diawasi oleh 16 PK dan 3 APK yang kami miliki

“Kondisi darurat akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mengakibatkan Pengawasan terhadap klien harus dilakukan secara daring. Dalam pelaksanaan pengawasan, rata-rata PK dan APK telah mengawasi 33 sampai 34 klien melalui aplikasi WhatsApp, Telepon, SMS, atau Video Call,” pungkasnya.

“Dengan Situasi saat ini tidak memungkinkan petugas Bapas untuk terjun langsung menemui klien dirumahnya, jadi kami mengarahkan secara daring saja melalui aplikasi WA, Video Call, atau ditelepon maupun di SMS,” jelas Hery.

Baca juga: Robianto Membuka Pelaksanaan Audit Program Back to Basics Pemasyarakatan di Rutan Majene

Baca juga: Rutan Majene Kerjasama Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande Terkait Pembinaan Keagamaan

Salah satu UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Sulbar tersebut dalam melakukan Pengawasan asimilasi di rumah dilakukan secara intens oleh PK dan APK sekali dalam seminggu.

Terkadang ada kendala dalam pelaksanaan pengawasan, seperti nomor telepon klien yang tidak aktif atau terkendala dengan jaringan.

“Beberapa klien sempat tidak aktif nomornya karena jaringan di tempat tinggalnya bermasalah, namun keesokan harinya kami hubungi kembali Alhamdulillah sudah diangkat, dan klien tersebut sudah berada di rumahnya dan dalam keadaan sehat,” Ucap Aldis salah satu Petugas PK Bapas Kelas II Polewali.

Lebih Lanjut Aldis mengatakan, melihat permasalahan tersebut kami Petugas PK Bapas sepakat untuk mengumpulkan nomor telepon keluarga dekat dari klien untuk mengantisipasi apabila nomor klien tidak aktif.

Jadi koordinasi juga kami jalin dengan keluarga klien agar memudahkan dalam mengontrol kondisi dan keadaan klien selama berada di rumah.

“PK Bapas Polewali disini sudah sepakat untuk meminta nomor telepon keluarga terdekat klien sebagai antisipasi apabila nomor klien tidak aktif nantinya,” tutup Aldis.

Hingga akhir tahun 2021, sebanyak 459 klien telah berakhir masa bimbingannya, 446 klien dewasa dan 13 klien anak. Sementara itu, sebanyak 173 klien masih dalam pengawasan PK Bapas Polewali. (Humas Kanwil/HMbapole)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved