Breaking News:

UMP UMK

UMP-UMK Sulbar Tak Naik, Buruh Ngaku Upahnya Selama Ini Tak Sesuai yang Ditetepkan Pemerintah

Salah satu, buruh di Mamuju inisial IY mengaku gajinya per bulan selama ini tidak sesuai UMP yang ditetapkan pemerintah.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribunnews.com
ILUSTRASI UPAH 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU-Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMP-UMK) di Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2022 diperkirakan tidak naik.

Penyebabnya, pandemi Covid-19 dan bencana gempa bumi 6,2 Magnitudo menghantam Sulbar 15 Januari 2021 lalu.

Sementara, tahun 2021 ditetapkan UMP sebesar Rp 2.678.863,10.

Sedangkan, UMK tahun 2021 di masing-masing kabupaten berpariasi dari Rp 2,7 juta hingga Rp 3 juta.

Namun, buruh dan pegawai di Sulawesi Barat mengaku tak merasakan penerapan upah sesuai UMP dan UMK.

Salah satu, buruh di Mamuju inisial IY mengaku gajinya per bulan selama ini tidak sesuai UMP yang ditetapkan pemerintah.

"Saya kerja dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita dengan gaji Rp 1,8 Juta saja," kata IY, saat dihubungi, Sabtu (20/11/2021).

Dia membeberkan bahwa gajinya per bulan terkadang tidak cukup membiayai kesehariannya bersama keluarga kecilnya.

Bahkan, kadang harus berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya ada anak kecil dua. Ditambah cicilan rumah dan keperluan lainnya," bebernya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved