Program EMI Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru dan Siswa SMA Negeri 5 Gowa
Kegiatan ini diharapkan menjadi permulaan dalam membentuk guru dan siswa yang lebih kompetitif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/DOSEN-Universitas-Negeri-Makassar-UNM-pengabdian-masyarakat-di-SMA-Negeri-5-Gowa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Tiga dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 5 Gowa.
Pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema “Integrasi EMI (English as a Medium of Instruction) melalui Collaborative Teaching Scheme untuk Meningkatkan Kualitas Guru.”
Ketua tim, Akhmad Affandi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan panjang yang akan berlangsung selama beberapa bulan, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi akhir.
Kegiatan ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Akhmad Affandi menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan mutu guru serta siswa dalam penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah.
Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Gowa, Sudarman, saat membuka kegiatan, menekankan pentingnya pendidikan berkualitas sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam kegiatan ini, Akhmad Affandi didampingi oleh Andi Muhammad Fadlih dan Mardiyanah Nasta.
Ia menjelaskan, aktivitas ini dirancang untuk memperkenalkan sekaligus melatih penggunaan Bahasa Inggris dalam pembelajaran sehari-hari melalui beberapa sesi pelatihan, yaitu:
Introduction to EMI
The Importance of EMI in Senior High School: Menekankan pentingnya EMI dalam menyiapkan generasi yang mampu bersaing di masa depan.
EMI Practical Teaching Phrases: Pelatihan penggunaan frasa Bahasa Inggris yang mudah dalam tiga tahapan pembelajaran, yaitu opening, main activity, dan closing.
Collaborative Teaching Scheme: Pelatihan yang melibatkan kolaborasi antarguru dalam mempersiapkan lesson plan secara bersama-sama.
Sesi pelatihan ini memberikan peluang kepada guru dan siswa untuk berinteraksi di dalam kelas menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks pembelajaran.
Hasyim, guru Bahasa Inggris SMA Negeri 5 Gowa, mengatakan kegiatan ini meningkatkan semangat belajar Bahasa Inggris, khususnya dalam interaksi di kelas dan kolaborasi antarguru, yang masih perlu diperkuat secara kolektif.
“Saya kira yang terpenting dari program seperti EMI ini adalah kemampuannya mendorong penggunaan Bahasa Inggris secara lebih merata di setiap sekolah,” ujarnya.
| Tim Pengabdian Masyarakat Unsulbar Latih Warga Desa Laliko Branding Ekowisata Mangrove |
|
|---|
| Dosen Unsulbar Latih IRT Baurung Olah Ikan Tuing-Tuing Jadi Produk Bernilai Ekonomi |
|
|---|
| Unasman Bina KWT Desa Bakka-Bakka, Kembangkan Pengolahan Telur Asin dan Produk Siap Pasar |
|
|---|
| Program Kosabangsa Unsulbar Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kelurahan Pangali-Ali |
|
|---|
| Dosen Prodi Gizi Unsulbar Giat Pengabdian Masyarakat, Dukung Desa Bonde Utara Pulih Stunting |
|
|---|