Selasa, 5 Mei 2026

Sapi Berkeliaran

Sapi Berkeliaran Resahkan Warga Pasangkayu, Satpol PP Ngaku Tidak Ada Anggaran Penertiban

Ia menuturkan, tanaman dan fasilitas di sekitar rumahnya rusak akibat ulah sapi-sapi yang dibiarkan berkeliaran

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Sapi Berkeliaran Resahkan Warga Pasangkayu, Satpol PP Ngaku Tidak Ada Anggaran Penertiban
Taufan/Taufan
SAPI LIAR di JALAN-Puluhan ekor sapi liar tampak berkeliaran di badan jalan Dusun Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Senin (26/1/2026). Keberadaan sapi-sapi tersebut mengganggu arus lalu lintas dan memicu keluhan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan serta merusak fasilitas di sekitar permukiman. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Tanjung Babia, Pasangkayu, mengeluhkan puluhan sapi liar yang berkeliaran di jalan dan permukiman, mengganggu lalu lintas serta membahayakan keselamatan warga.
  • Sapi-sapi liar merusak tanaman, mengotori fasilitas umum, dan membuat warga resah, namun laporan ke kelurahan hingga Satpol PP belum membuahkan penanganan nyata.
  • Satpol PP Pasangkayu mengaku belum bisa menertibkan sapi liar karena belum tersedia kandang dan anggaran

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Masalah sapi liar yang berkeliaran di wilayah perkotaan Pasangkayu terus menuai keluhan warga. Kondisi ini paling dirasakan masyarakat di Dusun Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu.

Warga menilai pemerintah terkesan abai lantaran hingga kini belum ada langkah konkret untuk menertibkan sapi-sapi yang berkeliaran bebas di jalanan dan permukiman.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (26/1/2026), puluhan ekor sapi terlihat berkeliaran di sejumlah ruas jalan di Dusun Tanjung Babia. 

Baca juga: Ngaku Pengurus Masjid, Pria Gondol Isi Kotak Amal Masjid di Polman, Terekam CCTV

Baca juga: Usai Aniaya Warganya Karena Dituduh Curi Buah Sawit, Ketuar RT Desa Pangalloang Mateng Khilaf

Keberadaan ternak tersebut kerap mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk, dan membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

Tak hanya itu, sapi-sapi liar tersebut juga merusak fasilitas umum dan tanaman milik warga. 

Kotoran sapi tampak berserakan di badan jalan, halaman rumah, hingga area fasilitas publik, menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Wahyuni, salah satu warga Dusun Tanjung Babia, mengeluhkan kondisi tersebut. 

Ia mengaku sudah berkali-kali melaporkan persoalan sapi liar ke pihak kelurahan hingga Satpol PP, namun belum ada penanganan yang dirasakan warga.

“Ini kapan ditertibkan? Sudah banyak kali kami laporkan ke kelurahan bahkan ke Satpol PP,” ujar Wahyuni dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Ia menuturkan, tanaman dan fasilitas di sekitar rumahnya rusak akibat ulah sapi-sapi yang dibiarkan berkeliaran bebas. 

Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak aman dan dirugikan.

“Tanaman kami habis dirusak, halaman kotor, anak-anak juga takut keluar rumah karena sapi sering tiba-tiba lewat,” keluhnya.

sapi
SAPI LIAR DI JALAN- Penampakan sapi liar masuk ke area permukiman warga di Dusun Tanjung Babia, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (26/1/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Karantina Satpol PP Pasangkayu, Harlan, saat ditemui menjelaskan, pihaknya saat ini masih mengajukan pembangunan kandang untuk menampung sapi-sapi liar.

“Untuk sementara ini kami masih mengajukan pembuatan kandang, tapi memang belum ada anggarannya,” kata Harlan.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved