Sabtu, 25 April 2026

Maulid Nabi

Ribuan Warga Ramaikan Maulid Nabi DDI Pasangkayu

Tradisi membagikan telur ini menjadi salah satu ciri khas Maulid di Pasangkayu, sekaligus sarana berbagi kepada masyarakat.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Ribuan Warga Ramaikan Maulid Nabi DDI Pasangkayu
Taufan/Tribun-Sulbar.com
MAULID NABI – Ribuan peserta menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar Yayasan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Pasangkayu, Selasa (16/9/2025). Acara dipusatkan di halaman pondok pesantren DDI Pasangkayu dan diikuti santri, guru, serta orang tua wali dari berbagai lembaga pendidikan DDI se-Kabupaten Pasangkayu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Ribuan peserta memadati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Pasangkayu, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan DDI se-Kabupaten Pasangkayu.

Mereka terdiri dari santri, guru, hingga orang tua wali.

Sejak pagi, para santri telah menggelar pawai ta’aruf keliling kota.

Baca juga: Hadiri Maulid Nabi di Masjid Al-Quba Kasiwa, Gubernur SDK Ajak Umat Teladani Rasulullah

Baca juga: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Yaqin Kire Mateng Diramaikan 200 Tiri

Pawai tersebut meriah dengan tabuhan rebana, bunga telur berwarna-warni, serta spanduk berisi shalawat dan pesan keagamaan.

Usai pawai, seluruh peserta berkumpul di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, untuk mengikuti rangkaian acara inti.

Suasana semakin ramai ketika warga sekitar turut menyaksikan dan menerima bunga telur yang dibagikan oleh para peserta.

Tradisi membagikan telur ini menjadi salah satu ciri khas Maulid di Pasangkayu, sekaligus sarana berbagi kepada masyarakat.

Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadirannya disambut antusias oleh para santri, guru, serta wali murid.

Ketua Yayasan DDI Pasangkayu, Ustad Maslim Halimin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini.

"Anak-anak harus dididik agar menjadikan Maulid sebagai budaya yang terus hidup. Selain itu, rangkaian ini kami isi dengan kegiatan berbagi, salah satunya melalui pembagian telur kepada masyarakat. Kami berharap ini juga bisa mendukung upaya pencegahan stunting di Pasangkayu," jelasnya.

Tradisi Maulid yang Menyatu dengan Budaya Lokal

Pantauan Tribun-Sulbar.com, ribuan peserta memadati area pondok pesantren.

Warna-warni bunga telur yang dibawa para santri menambah semarak suasana.

Anak-anak tampak gembira menerima telur hias, sementara orang tua dan masyarakat ikut larut dalam suasana kebersamaan.

Bagi masyarakat Pasangkayu, Maulid yang diselenggarakan oleh DDI bukan sekadar seremoni keagamaan.

Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya lokal yang setiap tahun dinanti, karena menghadirkan semangat kebersamaan, nuansa religius, dan nilai-nilai sosial.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved