Sabtu, 25 April 2026

Maulid Nabi

Gubernur Suhardi Duka: Maulid Nabi di Salabose Wujud Harmoni Agama dan Budaya Mandar

Tema yang diangkat: “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Tradisi Membangun Peradaban Unggul Berdasarkan Kearifan Lokal.”

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Gubernur Suhardi Duka: Maulid Nabi di Salabose Wujud Harmoni Agama dan Budaya Mandar
HUMAS PEMPROV SULBAR
MAULID NABI - Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Tua Syekh Abdul Mannan, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Majene, Jumat (5/9/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Tua Syekh Abdul Mannan, Kelurahan Pangali-ali, Kecamatan Banggae, Majene, Jumat (5/9/2025).

Acara ini digelar dalam suasana khidmat dan budaya khas Mandar.

Tema yang diangkat: “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Tradisi Membangun Peradaban Unggul Berdasarkan Kearifan Lokal.”

Baca juga: Pesan Gubernur SDK: Sayangi Daerah Kita

Peringatan Maulid turut dihadiri Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, Bupati dan Wakil Bupati Majene, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Martajaya, Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, serta Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir.

Ribuan warga Majene memadati lokasi kegiatan. Sejumlah tokoh adat dan agama juga hadir.

Sebelum acara dimulai, Gubernur Suhardi Duka bersama rombongan berziarah ke makam Syekh Abdul Mannan, ulama asal Persia yang dikenal sebagai penyebar Islam di Kerajaan Banggae.

“Alhamdulillah, kami bisa berziarah ke makam beliau. Syekh Abdul Mannan sangat berjasa menyebarkan Islam di Mandar. Tanpa dakwah beliau, mungkin Islam tidak berkembang secepat ini di tanah kita,” kata SDK.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menilai Maulid Nabi di Salabose memiliki ciri khas yang istimewa.

“Maulid di sini bukan hanya seremoni agama. Ada juga budaya lokal yang menguatkan nilai-nilai Islam, seperti pencucian benda pusaka dan tarian sakral Pattuduq,” jelasnya.

Ia menyebut, tradisi di Salabose menjadi simbol penghormatan masyarakat Mandar terhadap ulama.

“Bahkan ada kepercayaan, Maulid tidak boleh digelar di kampung lain sebelum dilakukan di Salabose. Ini bukti kuatnya nilai adat dan agama di sini,” ucap SDK.

Gubernur mengajak masyarakat untuk terus menjaga harmoni antara budaya dan agama. Menurutnya, keduanya adalah warisan yang harus dilestarikan.

SDK juga mengapresiasi masyarakat Majene yang tetap menjaga kondusifitas di tengah dinamika nasional.

“Alhamdulillah, Sulbar tetap aman dan damai. Masyarakat Mandar mampu menjaga institusi negara dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Ia menutup sambutan dengan ajakan agar masyarakat tetap kompak menjaga daerah.

“Budaya dan agama harus dirawat bersama. Kepercayaan pada pemimpin juga penting. Jika kita bersatu, InsyaAllah Sulbar akan terus maju,” tutup Suhardi Duka.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved