Selasa, 21 April 2026

Prof Tasrief Surungan Sebut Tak Ada Kecurangan di Hari Pertama UTBK Unsulbar

, meskipun ada percobaan kecurangan terjadi di hari pertama, pihaknya bersyukur karena berhasil menangkal upaya tersebut pada tahap yang sangat awal

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Prof Tasrief Surungan Sebut Tak Ada Kecurangan di Hari Pertama UTBK Unsulbar
Tribun Timur
Guru Besar Universitas Hasanuddin ( Unhas ) Makassar, Prof Tasrief Surungan PhD 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor 1, Prof. Tasrief Surungan, Ph.D sekaligus Ketua panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), angkat bicara terkait tudingan kecurangan seleksi masuk Unsulbar lewat UTBK.

Tasrief menuturkan, panitia juga mengidentifikasi adanya indikasi sindikat kecurangan yang berusaha mengiming-imingi calon peserta agar bersedia melakukan kecurangan.

Baca juga: Teman Pura-pura Beli Gorengan, Pelajar di Polman Kehilangan Motor Honda Blade

Baca juga: Meriah! 24 Tim SMA dan SMK se-Sulbar Ikuti Turnamen Voli UT Majene Cup I 2026

Namun, meskipun ada percobaan kecurangan terjadi di hari pertama, pihaknya bersyukur karena berhasil menangkal upaya tersebut pada tahap yang sangat awal, sebelum peserta masuk ke ruangan ujian.

"Alhamdulillah, Unsulbar berhasil menangkal upaya kecurangan di tahap yang sangat dini, sebelum peserta masuk ke ruangan," ujar Prof. Tasrief dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari panitia pusat yang berlaku di seluruh 74 pusat UTBK di Indonesia, termasuk Unsulbar yang menjadi satu-satunya pusat UTBK di Sulawesi Barat, setiap peserta wajib diperiksa menggunakan metal detektor sebelum memasuki ruangan.

Hasilnya, di Unsulbar ditemukan dua peserta perempuan yang membawa alat komunikasi berupa ponsel dan headset yang terhubung ke telinga. 

Alat-alat tersebut disembunyikan dengan cara ditempelkan isolasi di badan dan ditutup kostum peserta.

Oleh karena itu, Prof. Tasrief mengimbau masyarakat agar benar-benar memahami dan memperingatkan putra-putri atau kerabatnya untuk tidak berlaku curang, karena SOP pelaksanaan UTBK sangat ketat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran moral. 

Menurutnya, meskipun seseorang tidak terdeteksi melakukan kecurangan, seharusnya ia merasa malu dan hina jika lulus dalam kondisi curang. 

"Malulah kita berbuat curang," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan berpedoman pada Pancasila, terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. 

"Bayangkan, baru mau masuk sudah curang. Bagaimana jika sudah di dalam berproses, apalagi jika sudah selesai lulus dan bekerja, sifat curang itu terus terbawa," ujarnya.

Prof. Tasrief berharap para pelaku sindikat kecurangan berpikir ulang untuk tidak mencoba melakukan kecurangan lagi karena hal itu merusak sistem pendidikan nasional. 

"Pemerintah sudah berusaha menciptakan sistem yang baik, jangan dirusak," ungkapnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved