Senin, 8 Juni 2026

Opini

Tolak Tambang Logam Tanah Jarang Selamatkan Lingkungan dan Masa Depan Mamuju

Hutan adalah sumber air, penyangga kehidupan, tempat hidup berbagai satwa, dan pelindung kita dari banjir serta longsor

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Tolak Tambang Logam Tanah Jarang Selamatkan Lingkungan dan Masa Depan Mamuju
Tribun-Sulbar.com/Adam Rifqi
Muhammad Adam Rifqi, S.H (Founder Generasi Hijau Institute/ Presiden BEM FH UMI 2025) 

Oleh: 
Muhammad Adam Rifqi, S.H 
(Founder Generasi Hijau Institute/ Presiden BEM FH UMI 2025)

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Mamuju adalah rumah kita. Tanah yang memberikan kehidupan, laut yang memberikan rezeki, dan udara bersih yang setiap hari kita hirup bersama keluarga. 

Tidak semua daerah di Indonesia memiliki anugerah seperti yang dimiliki Mamuju hari ini. 

Baca juga: Kaki Terinjak Saat Tarian Dero Warga 3 Desa Kalumpang Mamuju Berkelahi Berakhir Didamaikan Polisi

Baca juga: SDK Jagokan Timnas Spanyol Alasannya Messi dan Ronaldo Pernah Main di La Liga

Mamuju dikenal sebagai salah satu daerah dengan kualitas udara yang bersih dan sehat. Ini adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya.

Hari ini, ada rencana pertambangan Logam Tanah Jarang di Kabupaten Mamuju, tepatnya di wilayah Botteng dan Tapalang. 

Pemerintah dan perusahaan mungkin menjanjikan lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan ekonomi. 

Namun, sebagai masyarakat yang mencintai daerah ini, kita harus melihat lebih jauh dari sekadar janji-janji tersebut.

Tambang selalu membutuhkan pembukaan lahan dalam skala besar. 

Hutan yang selama ini menjadi paru-paru kehidupan akan ditebang dan dirusak. 

Padahal hutan bukan hanya kumpulan pohon. 

Hutan adalah sumber air, penyangga kehidupan, tempat hidup berbagai satwa, dan pelindung kita dari banjir serta longsor. 

Ketika hutan rusak, maka keseimbangan alam juga ikut rusak.

Udara Mamuju yang hari ini masih bersih dan segar juga terancam.

 Aktivitas tambang akan menghadirkan debu, lalu lintas kendaraan berat, serta berbagai aktivitas industri yang berpotensi menurunkan kualitas udara. 

Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya mendengar cerita bahwa dulu Mamuju pernah menjadi daerah dengan udara yang bersih dan sehat.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved