Opini
Pendidikan Buka Pasar
Di titik inilah kita perlu bertanya dengan jujur dan memakai hati nurani, apakah kampus memang dilahirkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar?
Tayang:
Editor:
Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Furqan-Mawardi-Dosen-Universitas-Muhammadiyah-Mamuju.jpg)
dokumen pribadi/dok pribadi
Kita membutuhkan kampus yang hidup, yang merdeka berpikir, yang berani melahirkan gagasan-gagasan besar, bukan kampus yang hanya sibuk menyesuaikan diri dengan tabel kebutuhan pasar kerja. Sebab pasar bisa berubah setiap saat, tetapi nilai ilmu pengetahuan dan pendidikan akan selalu menjadi fondasi peradaban manusia.
Dan mungkin, inilah saatnya kita kembali mengingat satu hal penting bahwa pendidikan tidak pernah lahir untuk melayani pasar, akan tetapi justru pendidikan lahir untuk memuliakan manusia. (*)
Berita Terkait:#Opini
| Menanti Pembuktian "Assa" untuk Petani Polman |
|
|---|
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|
| Mamasa: Karnaval di Atas Tangisan Epilepsi |
|
|---|
| Menimbang Energi Nuklir: Perspektif Hukum Tata Negara dalam Penguatan Kebijakan Energi Nasional |
|
|---|
| Man Behind the Gun Trump: The Domino Effect Reaching Indonesia |
|
|---|