Opini
Setahun Program MBG, Ancaman Stunting Tak Kunjung Hilang
Jika kita melihat lebih dalam, maka yang terlihat MBG lebih sebagai program populis kapitalistik daripada solusi substantif bagi masalah gizi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nafsiah.jpg)
Islam memandang bahwa kebijakan publik merupakan instrumen untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat.
Pemimpin dalam Islam juga diposisikan sebagai raa'in (penggembala/pengurus) yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.
Maka, sudah semestinya setiap kebijakan wajib berorientasi pada pelayanan kebutuhan masyarakat, bukan justru memupuk popularitas penguasa untuk memperkaya pengusaha dan kroninya.
Kemudian dalam menyelesaikan masalah gizi, Islam menawarkan pendekatan integral dan sistemik, bukan hanya sekadar pemberian makan instan yang rentan korup.
Dengan visi raa'in pula, negara hadir bukan hanya sebagai pemberi sedekah yang dipolitisasi, tetapi juga merupakan penjamin bagi hak-hak dasar rakyat.
Hanya dengan kembali pada paradigma kepemimpinan yang amanah dan sistem yang terintegrasi, maka ancaman stunting benar-benar akan bisa dihapuskan dari bumi ini.
Kekuasaan dalam Islam adalah amanah yang ditakuti ummat atas pertanggung jawabannya dihadapan Allah.
Maka, tentulah relevan antara pemimpin, ketaqwaan dan kebijakan dan aturan yang diterapkan Islam.
Disamping itu, terpenuhi nya gizi manusia adalah tanggung jawab negara, tentu stunting akan sedikit sekali terdata bahkan hampir tidak ada, karena Kebutuhan gizi rakyat akan dipenuhi secara integral dengan melibatkan semua sistem yang ada.
Baik sistem pendidikan mengedukasi tentang gizi. Juga sistem ekonomi memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Negara juga akan menyediakan lapangan kerja sehingga kepala keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Negara juga menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau sehingga makanan bergizi mudah diakses oleh rakyat secara keseluruhan.
Inilah solusi dari masalah stunting yang berkepanjangan dinegeri tercinta ini, oleh karena itu, mari kuat bersama sama mengupayakan dan memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam yang hakiki, karena dengan Islamlah manusia dimanusiakan.(*)