Kamis, 21 Mei 2026

Opini

Perokok Pemula dan Dilema Budaya

Hasil SKI 2023 juga menunjukkan bahwa 36,1 persen penduduk usia 10-24 tahun aktif merokok dengan rata-rata 8-12 batang per hari. 

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Perokok Pemula dan Dilema Budaya
Ist/Tribun-Sulbar.com
Dwi Ardian, Statistisi di BPS Provinsi Sulawesi Barat 

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa konsumsi rokok berkontribusi signifikan terhadap beban penyakit tidak menular di Indonesia. 

Prevalensi penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokok terus menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. 

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunjukkan bahwa pembiayaan kesehatan untuk penyakit terkait rokok mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.

Dampak ekonomi pada keluarga Indonesia tidak kalah memprihatinkan. Badan Pusat Statistik (2025) mencatat bahwa rumah tangga menghabiskan proporsi anggaran yang signifikan untuk konsumsi rokok. 

Ironisnya, pengeluaran untuk rokok justru lebih tinggi di kalangan keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, proporsi pengeluaran rokok kretek filter pada garis kemiskinan mencapai 10,72 persen di perkotaan dan 9,99 persen di perdesaan. 

Hal ini menciptakan beban ganda baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Menghadapi kompleksitas tantangan ini, pendekatan yang peka terhadap budaya lokal terbukti lebih efektif. 

Ada beberapa langkah strategis utama yang dapat dikembangkan. Pertama, melakukan reintepretasi terhadap makna keramahan dalam tradisi. 

Gagasan untuk mentransformasi sajian dalam acara komunal dengan alternatif yang lebih sehat perlu dikemas sebagai bentuk evolusi budaya, bukan penolakan terhadap tradisi.

Kedua, mengintegrasikan nilai-nilai lokal tentang menjaga kesehatan dalam pendidikan sejak dini. 

Konsep-konsep kearifan lokal tentang pentingnya menjaga tubuh sebagai anugerah dapat menjadi landasan etis yang kuat dalam membangun kesadaran kesehatan.

Ketiga, memperkuat implementasi kawasan tanpa rokok di berbagai lingkungan strategis. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penerapan konsisten kawasan tanpa rokok dapat menurunkan prevalensi perokok pemula secara signifikan.

Peran Tokoh Masyarakat dan Pemuda

Tokoh masyarakat dan pemuda memegang peran kunci dalam memimpin transformasi budaya ini. 

Keteladanan dalam menghindari merokok dan promosi gaya hidup sehat dapat menjadi inspirasi bagi komunitas. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved