Opini
LUKA DI BUMI, SUARA DARI RERUNTUHAN
Dalam sekejap, segala sesuatu yang berdiri kokoh runtuh bagai istana pasir dihantam gelombang pasang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dr-Basrin-Ombo-SAg-MHI.jpg)
Tim SAR datang dari penjuru negeri, dan dunia ikut bersuara, mengirim bantuan dan doa.
Duka ini menyatukan kita. Musibah ini menyadarkan bahwa dalam sekejap, segala hal duniawi bisa sirna, yang tersisa hanyalah kemanusiaan.
Saat malam turun dan listrik belum kembali, langit malam menjadi saksi bisu betapa kuatnya manusia bertahan.
Tak ada atap di atas kepala, tapi ada doa yang terus dipanjatkan. Tak ada tempat tidur, tapi ada pelukan yang menghangatkan.
Musibah mengajarkan banyak hal, tentang keikhlasan, tentang ketabahan, dan tentang kekuatan untuk bangkit meski terluka.
Hari-hari ke depan takkan mudah. Butuh waktu untuk membangun kembali apa yang telah hancur, baik secara fisik maupun jiwa.
Namun kita percaya, dari puing-puing ini akan tumbuh kekuatan baru.
Gempa boleh meruntuhkan bangunan, tapi tidak akan pernah meruntuhkan semangat manusia yang saling menguatkan.
Mari kita bahu membahu. Mari kita bantu mereka yang kehilangan. Karena luka ini bukan hanya luka mereka, tapi ini luka kita semua.(*)