Kasus Kekerasan
Waspada! Anak Makin Rentan Jadi Korban Predator Seks di Dunia Digital
Fenomena ini disampaikan oleh Intan Hadiah Rastiti, SH dari Yayasan KAKAK yang selama ini aktif mendampingi korban kekerasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-pelecehan-seksual-pada-anak-di-Bala-balakang-Kabupaten-Mamuju-Sulbar.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kasus kekerasan seksual terhadap anak kini banyak bermula dari dunia digital melalui perkenalan di media sosial dan aplikasi online.
- Anak-anak dinilai mudah membangun kedekatan emosional dengan orang asing hingga terjerat dalam hubungan berisiko tanpa disadari.
- Aktivis Yayasan KAKAK mengingatkan orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi sejak dini terkait keamanan di dunia digital.
TRIBUN-SULBAR.COM – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kini tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar, tetapi juga mulai banyak bermula dari dunia digital melalui penggunaan handphone yang sehari-hari berada di tangan anak.
Fenomena ini disampaikan oleh Intan Hadiah Rastiti, SH dari Yayasan KAKAK yang selama ini aktif mendampingi korban kekerasan seksual anak.
Ia menjelaskan, pascapandemi terjadi perubahan pola kejahatan seksual terhadap anak yang cukup signifikan.
Jika sebelumnya pelaku lebih banyak berasal dari lingkungan terdekat atau keluarga, kini interaksi awal justru sering terjadi melalui media sosial dan dunia maya.
Baca juga: Pemuda 19 Tahun di Polman Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar
Baca juga: Banjir Terjang Mamasa, Sungai Hahangan Meluap Rendam Rumah Warga
“Apalagi sekarang kekerasan seksual itu dimulai dari ranah online. Jadi kenalan dulu di online,” ujar Intan dalam podcast Momspiration yang disiarkan Tribunnews dan Tribun Health, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, anak-anak saat ini sangat mudah membangun kedekatan emosional dengan orang yang belum pernah mereka temui secara langsung.
Bahkan, tidak sedikit yang sudah menjalin hubungan, saling memanggil dengan sebutan keluarga, hingga bertukar konten pribadi tanpa memahami risikonya.
“Anak-anak sekarang itu akrab duluan tanpa tahu siapa orangnya. Bahkan ada yang sudah pacaran, sudah kirim-kiriman foto,” katanya.
Ia menambahkan, kasus yang ditemukan tidak hanya terjadi pada remaja, tetapi juga anak usia sekolah dasar yang sudah terpapar risiko perkenalan dari aplikasi online.
Kondisi ini, kata Intan, menjadi peringatan serius bagi orang tua karena anak semakin mudah mengakses dunia digital tanpa pendampingan yang cukup.
Waspada untuk Orang Tua
Fenomena ini menurutnya menjadi alarm keras bagi orang tua.
Sebab, banyak anak kini tumbuh dengan gadget sejak kecil, sementara pengawasan orang tua sering kali minim.
“Anak-anak memang semua juga harus punya gadget ya dengan tatanan hidup baru kan belajar di handphone,” ujarnya.
Masalahnya, orang tua sering kesulitan membedakan kapan anak benar-benar belajar dan kapan sedang menjelajah hal berbahaya di internet.