Iran vs Amerika Serikat
Iran-AS Makin Memanas, Arab Saudi Kirim Pesan ke Teheren
Sejumlah pangkalan militer AS diketahui berada di negara-negara tetangga Iran, termasuk Arab Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/IRAN-VS-AS-Presiden-Donald-Trump-dan-pemimpin-Iran-Ali-Khamenei.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketegangan Iran–AS meningkat, Iran mengancam serang pangkalan AS di negara-negara tetangga jika diserang lebih dulu.
- Arab Saudi menegaskan tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran dan mendorong solusi dialog.
- Krisis ekonomi dan anjloknya mata uang rial memicu demonstrasi besar di Iran yang berujung represi aparat.
TRIBUN-SULBAR.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat.
Situasi ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Republik Islam Iran, khususnya terkait gelombang protes domestik.
Iran merespons dengan mengirimkan sinyal ancaman akan melancarkan serangan terhadap aset dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pangkalan militer AS diketahui berada di negara-negara tetangga Iran, termasuk Arab Saudi.
Baca juga: Iran Serukan Akan Balas Serangan Amerika Serikat: Sekarang Giliran Kami!
Baca juga: Iran Tangkap 700 Mata-mata yang Diduga Mossad Israel, Tiga Agen Dieksekusi
Teheran menegaskan, jika AS melancarkan serangan lebih dulu, maka negara-negara yang menampung pasukan militer AS akan menjadi sasaran balasan.
Iran pun telah menyampaikan peringatan kepada negara-negara tersebut.
Arab Saudi Tegaskan Netral dan Dorong Dialog
Menanggapi ancaman tersebut, Arab Saudi menyampaikan sikap tegas bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk menyerangnya.
Hal itu disampaikan dua sumber yang dekat dengan pemerintah Kerajaan kepada AFP, Rabu (14/1/2026).
“Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadapnya, dan bahwa wilayah dan wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan itu,” kata salah satu sumber yang dekat dengan militer Saudi, dikutip dari Al Arabiya.
Di sisi lain, seorang diplomat senior Arab Saudi menegaskan bahwa Riyadh tetap mendorong dialog dan solusi damai di tengah meningkatnya risiko eskalasi militer antara AS dan Iran.
“Kami percaya pada dialog, dan kami percaya menyelesaikan setiap perbedaan pendapat di meja perundingan,” kata Menteri Negara Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, saat berbicara di Forum Mineral Masa Depan di Riyadh.
Al-Jubeir menekankan bahwa ketidakstabilan tidak mendukung pembangunan di kawasan mana pun.
“Kami berharap masalah dapat diselesaikan dengan cara itu,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan runtuhnya rezim Iran, al-Jubeir menegaskan hal tersebut sepenuhnya merupakan urusan rakyat Iran.
| Perkara Barcode, Karyawan SPBU Belang-Belang Mamuju Diancam Parang oleh Sopir Pickup |
|
|---|
| Kasus Korupsi Pintu Gerbang Mamuju, Eks Kabid Cipta Karya PUPR Mamuju Diserahkan ke Jaksa |
|
|---|
| Ditinggal Salat Subuh, Kios Warga di Wonomulyo Polman Dibobol Maling, Uang Dilemari Kaca Raib |
|
|---|
| Sungai Lariang Rusak dan Jalan Hancur, WALHI Sulbar Soroti Pembiaran Tambang Ilegal di Pasangkayu |
|
|---|
| Truk Hino Seruduk Dua Mobil Terparkir di Topore Mamuju, Empat Orang Luka-luka |
|
|---|