Sabtu, 11 April 2026

Mamuju

Perkara Barcode, Karyawan SPBU Belang-Belang Mamuju Diancam Parang oleh Sopir Pickup

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan, peristiwa bermula ketika korban menolak melayani pelaku

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Perkara  Barcode, Karyawan SPBU Belang-Belang Mamuju Diancam Parang oleh Sopir Pickup
Istimewa/For Tribun-Sulbar
Petugas SPBU Belang-Belang, Kecamatan Papalang, Mamuju, memperlihatkan bukti rekaman CCTV yang menangkap aksi pengancaman oleh pengemudi mobil Pickup, Selasa (7/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Karyawan SPBU Belang-Belang, Mamuju, mendapat ancaman dari pengemudi mobil pickup karena barcode kendaraan tidak sesuai, Selasa (7/4/2026).
  •  Terduga pelaku mengacungkan parang panjang dan mengancam karyawan SPBU, sementara polisi tengah memanggil saksi untuk pendalaman kasus.
  •  Korban melapor ke Polresta Mamuju; terduga pelaku diketahui sering berada di Pasar Tasiu untuk berdagang, polisi menelusuri kronologi dan motif ancaman.

 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Seorang karyawan SPBU Belang-Belang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami ancaman dari seorang pengemudi mobil pickup, Selasa (7/4/2026).

Insiden itu terekam kamera pengawas SPBU.

Dalam rekaman, terduga pelaku mengacungkan parang panjang sambil mengeluarkan kata-kata ancaman kepada korban, Mutiara, karyawan SPBU.

Baca juga: Curhat Pedagang di Polman saat Harga Plastik Naik : Mau Naikkan Harga Tapi Takut Pelanggan Kabur

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Judi Sabung Ayam Terekam Kamera Viral di Anreapi Polman

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan, peristiwa bermula ketika korban menolak melayani pelaku karena barcode kendaraan tidak sesuai dengan plat mobil yang dikendarainya.

 “Terduga pelaku kemudian emosi dan mengancam korban,” ujar Herman kepada wartawan.

Mutiara melaporkan kejadian itu ke SPKT Polresta Mamuju.

Polisi saat ini menindaklanjuti laporan dengan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Terduga pelaku diketahui kerap berada di Pasar Tasiu untuk berdagang.

Polisi masih melakukan pendalaman kasus untuk memastikan kronologi dan motif pengancaman. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved