Selasa, 14 April 2026

Perang Iran Israel

Iran Serukan Akan Balas Serangan Amerika Serikat: Sekarang Giliran Kami!

Selain itu Iran juga berencana untuk menutup Selat Hormuz yang menjadi rute pengiriman minyak utama di dunia. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Iran Serukan Akan Balas Serangan Amerika Serikat: Sekarang Giliran Kami!
Kolase foto
Perang Timur Tengah - penasihat terkemuka pemimpin tertinggi Iran, Hossein Shariatmadari (kiri) menyerukan serangan rudal ke kapal-kapal milik Angkatan Laut AS, setelah tiga fasilitas nuklir milik Iran diserang Amerika Serikat berdasarkan perintah presiden Donald Trump (kanan) 

TRIBUN-SULBAR.COM - Amerika Serikat telah menabuh genderang perang dengan kut campur dalam konflik antara Iran dan Israel, dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Esfahan pada Sabtu (21/6/2025) Waktu setempat, berdasarkan perintah presiden Donald Trump.

Aksi serangan balasan mulai digaungkan kelompok Houthi yang didukung Iran, melalui anggota biro politik kelompok Yaman, Hezam al-Asad bahkan telah mengeluarkan peringatan singkat kepada AS melalui unggahan di media sosial. 

“Washington harus menanggung konsekuensinya,” tulisnya.

Baca juga: Netanyahu Sebut AS Sahabat Israel Usai Donald Trump Putuskan Serang Iran Pakai Pesawat Bomber

Baca juga: Usai Kirim Bom, Presiden AS Donald Trump Ancam Serangan Lebih Besar Jika Iran Balas Menyerang

Senada juga diungkapkan penasihat terkemuka pemimpin tertinggi Iran, Hossein Shariatmadari yang menyerukan serangan rudal ke kapal-kapal milik Angkatan Laut AS. 

Selain itu, Iran juga berencana untuk menutup Selat Hormuz yang menjadi rute pengiriman minyak utama di dunia. 

“Menyusul serangan Amerika terhadap instalasi nuklir Fordow, sekarang giliran kami,” kata Shariatmadari, dikutip dari CNN. 

Direktur Forum Studi Timur Tengah di Universitas Deakin di Australia Shahram Akbarzadeh juga meyakini perang regional bakal terjadi usai pengeboman AS di situs nuklir Iran

"Ada kekhawatiran yang sangat nyata," kata dia, dikutip dari Al Jazeera. 

"Ada begitu banyak sekutu dan proksi Iran di kawasan tersebut yang mungkin tidak menunggu perintah serangan dari Teheran, yang mungkin mengambil tindakan sendiri untuk menyerang aset AS di kawasan tersebut," ucap dia. 

Melansir dari Kompas.com, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak mentolelir serangan udara AS.

Pernyataan tegas dari IRGC pada Minggu (22/6/2025) ini menandai eskalasi besar dari konflik Iran dan Israel yang terjadi sejak Jumat (13/6/2025) menuju perang besar-besaran di Timur Tengah. 

 “Ini bukan lagi sekadar saling serang. Ini sudah masuk fase perang terbuka,” ujar seorang analis Timur Tengah kepada Euronews.

Pemerintah Israel langsung menaikkan status siaga ke tingkat tertinggi.  

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pembatalan seluruh kegiatan pendidikan, acara publik, dan aktivitas kerja non-esensial.

Dikutip dari IRNA International, otoritas pemerintah di Teheran Iran menolak perdamaian yang digaungkan oleh Donald Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved