Makan Bergizi Gratis
Baru 8 dari 28 Dapur Program Makan Bergizi di Mamuju Kantongi Sertifikat Layak Sehat
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mamuju, Awaluddin, menyatakan 20 unit dapur lainnya sedang dalam proses pengurusan dokumen.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Para-kepala-SPPG-yang-mengikuti-audiensi-dengan-DPRD-Mamuju-di-ruang-aspirasi-DPRD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dari 28 dapur SPPG di Mamuju, baru 8 yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
- 20 dapur lain dalam proses sertifikasi, ditargetkan selesai dalam enam bulan, dengan kendala antrean laboratorium.
- Pengawasan IPAL dan IKL dilakukan secara ketat untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Sebanyak 28 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur umum program makan bergizi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini telah resmi beroperasi.
Namun, baru delapan unit yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, dr. Sita Harit Ibrahim, menjelaskan delapan dapur yang sudah bersertifikat tersebar di Tapalang, Sinyonyoi, Lestari Karema, Binanga 1, Kalukku Tasiu, Sandoang, Bondang, dan Kabuluang 1.
Baca juga: Respons Sentimen Negatif, Ketua DPRD Mamuju Minta Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Diperbaiki
Baca juga: Pelajar Pasangkayu Keluhkan Menu MBG Ramadan, Cepat Basi Tak Bisa Dikonsumsi saat Buka
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mamuju, Awaluddin, menyatakan 20 unit dapur lainnya sedang dalam proses pengurusan dokumen.
Targetnya, seluruh dapur tersertifikasi dalam enam bulan ke depan.
Awaluddin menyebut kendala teknis terjadi pada pengambilan sampel air dan makanan untuk laboratorium, karena pemeriksaan mencakup seluruh wilayah Sulawesi Barat mulai dari Mamuju Tengah, Pasangkayu, hingga Polman.
Pengawasan IPAL dan Lingkungan
Terkait infrastruktur pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), SPPG dilarang beroperasi jika sistem pengolahan limbah belum tersedia.
Dinas Kesehatan juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara berkala untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
“Fokus kami adalah pengawasan dan koordinasi dengan dinas terkait. Untuk aspek lingkungan, IKL sudah mulai dijalankan di beberapa lokasi SPPG,” tutup Awaluddin.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| 19 Dapur MBG di Pasangkayu Sudah Kantongi SLHS, Dua Lainnya Masih Proses Sertifikasi |
|
|---|
| DLH Pasangkayu Percepat Kelayakan IPAL untuk Seluruh SPPG |
|
|---|
| 21 Dapur SPPG Beroperasi di Pasangkayu, 12 Masih Proses Sertifikasi SLHS |
|
|---|
| 13 Dapur SPPG di Polman Berhenti Beroperasi Karena Tak Punya IPAL dan SLHS |
|
|---|
| Pemuda Salutiwo Soroti Bolu Pisang Program MBG 3B di Bonehau Diduga Berjamur |
|
|---|