Minggu, 19 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Pelajar Pasangkayu Keluhkan Menu MBG Ramadan, Cepat Basi Tak Bisa Dikonsumsi saat Buka

Ali pun meminta agar waktu distribusi MBG selama Ramadan dapat diundur agar makanan tetap layak dan aman dikonsumsi.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pelajar Pasangkayu Keluhkan Menu MBG Ramadan, Cepat Basi Tak Bisa Dikonsumsi saat Buka
Tribun-Sulbar.com/Taufan
MBG BASI - Sejumlah siswa di SMAN 1 Pasangkayu mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang dinilai cepat basi sebelum waktu berbuka puasa. 
Ringkasan Berita:
  • Siswa SMAN 1 Pasangkayu mengeluhkan menu MBG Ramadan, terutama telur rebus dan kacang-kacangan yang cepat basi atau keras saat waktu berbuka.
  • Ali Farhan, Ketua OSIS, menyarankan agar distribusi makanan diundur menjadi sekitar pukul 14.00–15.00 WITA supaya tetap layak dikonsumsi.
  • Siswa berharap evaluasi sistem distribusi dan kualitas menu dilakukan agar program MBG bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia.

 


TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sejumlah siswa di SMAN 1 Pasangkayu mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan yang dinilai cepat basi sebelum waktu berbuka puasa.

Keluhan tersebut terutama pada telur rebus yang disebut paling sering mengalami perubahan rasa karena dibagikan sejak pagi hari, sementara baru dikonsumsi saat magrib.

Ketua OSIS SMAN 1 Pasangkayu, Ali Farhan, mengatakan kondisi itu membuat banyak siswa memilih tidak memakan paket MBG saat berbuka.

Baca juga: Siswa SMAN 1 Pasangkayu Keluhkan Menu MBG Ramadan, Dinilai Kurang Bergizi

“Tidak ada yang makan pas buka puasa karena sudah tidak enak. Terutama telur, itu yang paling sering cepat basi,” ujar Ali Farhan saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (24/2/2026).

Selain telur, kacang-kacangan dalam paket MBG juga dikeluhkan.

Menurut siswa, teksturnya cukup keras sehingga kurang nyaman dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan haus.

“Kacang-kacangannya keras, jadi kurang cocok dimakan saat berbuka. Apalagi kalau sudah lama disimpan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, makanan biasanya sudah diterima sejak pagi hingga siang hari. Dengan jarak waktu yang cukup lama menuju berbuka puasa, kualitas makanan dinilai menurun.

Waktu Distribusi MBG Jadi Sorotan Siswa

Menurut Ali, persoalan utama bukan hanya pada jenis menu, tetapi juga waktu penyaluran yang terlalu cepat sehingga berpotensi membuat makanan tidak lagi segar saat dikonsumsi.

Ali pun meminta agar waktu distribusi MBG selama Ramadan dapat diundur agar makanan tetap layak dan aman dikonsumsi.

“Kalau bisa penyalurannya sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WITA supaya lebih awet sampai waktu buka puasa,” pintanya.

Para siswa berharap pihak penyelenggara program dapat segera mengevaluasi sistem distribusi dan kualitas makanan, sehingga program MBG benar-benar bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia karena tidak dikonsumsi.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved