Demo Mahasiswa Mamuju

Massa Menuju Gedung DPRD Mamuju, Ban Dibakar di Simpang Empat Ahmad Kirang

Sepanjang perjalanan, mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa untuk membakar semangat.

Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
suandi
Demo di DPRD Mamuju - massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, Minggu (31/8/2025). Sebelumnya, massa berkumpul di Lapangan Ahmad Kirang, Jalan AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, Minggu (31/8/2025).

Sebelumnya, massa berkumpul di Lapangan Ahmad Kirang, Jalan AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju

Sekitar pukul 15.11 WITA, mereka mulai berjalan kaki menuju gedung dewan yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik kumpul.

Sebelum berangkat, para demonstran sempat menggelar orasi di Simpang Empat Lapangan Ahmad Kirang. 

Dalam aksi itu, mereka membakar ban di tengah jalan sebagai simbol perlawanan.

Baca juga: Live TikTok Hilang Diduga Desakan Pemerintah, Kapan Bisa kembali Diakses?

Baca juga: Dinonaktifkan, Mulai Besok Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Bukan Anggota DPR Fraksi Partai NasDem

Setelah orasi, massa serentak bergerak menuju titik utama unjuk rasa di Gedung DPRD. 

Sepanjang perjalanan, mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa untuk membakar semangat.

Aksi demonstrasi ini sebagai sinyal kekecewaan erhadap pemerintah para anggota DPR RI dan DPRD yang dianggap gagal menyuarakan aspirasi rakyat.

Ketua GMNI Sulbar, Sugiarto Albert menyebutkan, aksi ini adalah akumulasi kekecewaan publik terhadap DPR dan pemerintah.

“Pukul 14.00 Wita kami bergerak. Tuntutan kami jelas: reformasi DPR, tolak kenaikan pajak, adili pelaku pelindasan driver ojol oleh oknum Brimob, bebaskan tahanan aksi, sahkan UU perampasan aset, hingga copot Kapolri,” ujar Sugiarto.

Massa Bergerak - Ribuan massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, Minggu (31/8/2025).
Massa Bergerak - Ribuan massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Mamuju, Minggu (31/8/2025). (suandi)

Menurutnya, DPR gagal menjalankan fungsi pengawasan dan lebih sering menjadi stempel kebijakan pemerintah.

“Tidak ada regulasi yang berpihak kepada masyarakat kecil. DPR hanya jadi perpanjangan tangan pemerintah,” katanya.

Selain DPR, aksi ini juga menyoroti kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap gagal menjaga stabilitas ekonomi.

“Kebijakan yang tidak konsisten membuat rakyat semakin terhimpit. Dampaknya jelas terasa di sektor ekonomi, dan itu harus dipertanggungjawabkan,” tegas Sugiarto. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved