Berita Mamuju Tengah
Warga Terdampak Proyek Bendungan Budong-budong Akan Pasang Blokade Jika Ganti Rugi Tidak Tuntas
Masyarakat selalu mempertanyakan proses pembayaran ganti rugi secara baik-baik namun bekum mendapat jawaban hingga sekarang
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Ilham Mulyawan
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Warga terdampak mega proyek Bendungan Budong-budong tahap 3 di Desa Salule'bo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) ancam blokade proses pembangunan.
Blokade akan dilakukan jika hak mereka tidak dipenuhi pihak Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Utamanya masalah pembayaran ganti rugi," ujar Sulpardi, warga terdampak saat ditemui di Desa Salule'bo, Kecamatan Topoyo, Mateng, Minggu (31/8/2025).
.
Sulpardi mengungkapkan ganti rugi tahap tiga sekitar 30 Kepala Keluarga (KK)terdampak.
Total luas lahan terdampak sekitar 63 hektar.
Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata Massa Kocar-kacir Saat Aksi Lempar Batu Warnai Unras di DPRD Sulbar
Baca juga: BREAKING NEWS: Aksi Unras di DPRD Mamuju Sempat Diwarnai Aksi Saling Dorong Massa dengan Aparat
Masyarakat selalu mempertanyakan proses pembayaran ganti rugi secara baik-baik.
"Insyaallah sampai saat ini, mulai tahap pertama, kedua dan ketiga ini tidak ada kekerasan (dari masyarakat)," ucapnya.
Ia tidak memungkiri adanya protes warga, tapi tidak sampai anarkis.
Meski demikian, Papa Angga sapaan akrab Sulpardi menegaskan jika sampai hak masyarakat tahap tiga tidak dipenuhi maka ia bersama warga lainnya akan memblokade pekerjaan bendungan.
"Kami tidak pandang siapapun didepan kami ketika hak kami belum diselesaikan," ujarnya.
Ketua Tim Pembebasan Lahan Bendungan Budong-budong, Muh. Jaun mengatakan, belum bisa menyebutkan nominal pembebasan lahan.
Ada tim khusus atau Satker yang akan mengkaji atau menilai berdasarkan beberapa item termasuk jenis tanaman, luas wilayah dan lainnya.
"Besarannya belum pasti dan ada tim sendiri yang menentukan," ungkapnya.
"Ganti ruginya bervariatif," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
Petani Pisang di Topoyo Terancam Gagal Panen, Tanaman Diserang Penyakit Darah |
![]() |
---|
Pemkab Mateng Kucurkan Rp300 Juta untuk Perbaikan Jalan Kompleks KTM Tobadak dan Jalur Dua Benteng |
![]() |
---|
Anggota Paskibra Sambangi DPRD Mateng Usai Jalankan Tugas, Bahas Semengat Kebangsaan Pemuda |
![]() |
---|
JOROK! Sampah Berserakan di Alun-alun Tugu Benteng Kayu Mangiwang Mateng Usai Lomba 17 Agustus |
![]() |
---|
Rusak Estetika Kota, Rumput Liar Tumbuh Subur di Trotoar Jalur Dua Trans Sulawesi Mateng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.