Opini
Asa di HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Makna kemerdekaan kini telah berkembang menjadi konsep yang jauh lebih luas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dr-Basrin-Ombo-SAg-MHI.jpg)
Untuk mewujudkan hal tersebut, bangsa ini memerlukan sistem pendidikan yang merata dan berkualitas tinggi, yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas.
Kita membutuhkan perekonomian yang inklusif, yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan satu pun dalam kemiskinan atau ketidakberdayaan.
Kita memerlukan penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang memanusiakan, yang tidak hanya mendorong efisiensi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Dan yang tak kalah penting, kita memerlukan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga kepercayaan rakyat tetap terjaga dan cita-cita kemerdekaan dapat benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 adalah pintu awal. Perjuangan hari ini adalah memastikan pintu itu tetap terbuka bagi semua warga negara, tanpa kecuali.
Asa di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 ini adalah agar Indonesia tidak hanya menjadi negara yang merdeka secara politik, tetapi juga merdeka dari segala bentuk ketidakadilan dan ketertinggalan.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga Indonesia dapat hidup layak, bebas mengemukakan pendapat, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya.
Dan untuk itu, semangat perjuangan para pendiri bangsa harus terus kita hidupkan, bukan hanya dalam upacara, tetapi dalam tindakan nyata setiap hari.(*)