Opini
Asa di HUT ke-80 Kemerdekaan RI
Makna kemerdekaan kini telah berkembang menjadi konsep yang jauh lebih luas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dr-Basrin-Ombo-SAg-MHI.jpg)
Oleh: Dr. Basrin Ombo, S.Ag., M.HI.
(Sekretaris Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Kabupaten Poso)
DELAPAN puluh tahun sudah Indonesia mengibarkan Sang Saka Merah Putih di langit nusantara.
Perjalanan panjang ini penuh dengan tantangan, dari masa-masa awal merajut persatuan, melewati gejolak politik, krisis ekonomi, hingga berhadapan dengan arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
Namun, di setiap masa, bangsa ini selalu menemukan daya juang untuk bangkit.
Memasuki usia ke-80, kemerdekaan bagi bangsa Indonesia bukan lagi semata-mata dimaknai sebagai kebebasan dari belenggu penjajahan fisik yang pernah mengikat negeri ini di masa lalu.
Makna kemerdekaan kini telah berkembang menjadi konsep yang jauh lebih luas, mencakup upaya untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk penjajahan modern yang kerap tidak kasat mata namun dampaknya nyata.
Tantangan yang dihadapi bangsa hari ini jauh lebih kompleks dan berlapis, mulai dari kemiskinan masih membelenggu sebagian rakyat sehingga memutus rantai kesempatan untuk hidup layak.
Ketimpangan pembangunan antarwilayah yang menimbulkan kesenjangan sosial dan ekonomi, degradasi lingkungan yang mengancam keberlanjutan sumber daya alam, hingga derasnya arus disinformasi di ruang digital yang dapat memecah belah persatuan serta merusak kualitas demokrasi.
Di tengah beragam tantangan tersebut, semangat kemerdekaan harus dimaknai secara lebih mendalam, yakni sebagai kebebasan untuk berpikir kritis tanpa rasa takut.
Keberanian untuk berkarya dan berinovasi demi kemajuan bersama, serta komitmen untuk membangun negeri dengan keberpihakan yang tulus kepada rakyat, khususnya mereka yang paling membutuhkan.
Dengan pemaknaan seperti ini, kemerdekaan bukan hanya menjadi simbol historis, tetapi juga energi moral dan sosial yang menuntun langkah bangsa menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.
Harapan yang menyertai peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini adalah lahirnya generasi penerus bangsa tidak hanya sekadar mewarisi tanah air beserta segala kekayaan alam, budaya, dan nilai-nilai luhur yang telah diperjuangkan para pendahulu.
Tetapi juga memiliki kemampuan, kecakapan, dan komitmen untuk mengelola, memelihara, serta mengembangkannya demi kemaslahatan seluruh rakyat.
Generasi ini diharapkan tumbuh dengan kesadaran bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang dapat dinikmati tanpa usaha, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab besar.
Tanggung jawab kepada sejarah yang telah mencatat perjuangan dan pengorbanan, kepada sesama manusia sebagai sesama anak bangsa yang berhak atas kehidupan yang layak, dan kepada masa depan yang menuntut kesinambungan keberlangsungan negeri ini.
Untuk mewujudkan hal tersebut, bangsa ini memerlukan sistem pendidikan yang merata dan berkualitas tinggi, yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas.
Kita membutuhkan perekonomian yang inklusif, yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan satu pun dalam kemiskinan atau ketidakberdayaan.
Kita memerlukan penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang memanusiakan, yang tidak hanya mendorong efisiensi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Dan yang tak kalah penting, kita memerlukan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga kepercayaan rakyat tetap terjaga dan cita-cita kemerdekaan dapat benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945 adalah pintu awal. Perjuangan hari ini adalah memastikan pintu itu tetap terbuka bagi semua warga negara, tanpa kecuali.
Asa di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80 ini adalah agar Indonesia tidak hanya menjadi negara yang merdeka secara politik, tetapi juga merdeka dari segala bentuk ketidakadilan dan ketertinggalan.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga Indonesia dapat hidup layak, bebas mengemukakan pendapat, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya.
Dan untuk itu, semangat perjuangan para pendiri bangsa harus terus kita hidupkan, bukan hanya dalam upacara, tetapi dalam tindakan nyata setiap hari.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.