Pengangguran
Pendidikan Tinggi, Sulit Dapat Kerja, Ini Kisah Sarjana di Indonesia dan China
Kondisi ini mencerminkan minimnya peluang kerja yang sesuai dengan jenjang pendidikan tinggi yang mereka miliki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Di-Indonesia-sendiri-terdapat-lebih-dari-1-juta-sarjana.jpg)
Selain itu, muncul pula kisah unik seperti Ding Yuanzhao, lulusan Universitas Oxford yang kini bekerja sebagai kurir makanan di Singapura.
Meskipun memegang gelar tinggi dari universitas ternama, Ding mengaku kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya.
Ia memilih pekerjaan sebagai kurir makanan karena dianggap stabil dan mampu menghidupi keluarganya.
"Ini adalah pekerjaan yang stabil. Saya bisa menghidupi keluarga saya dengan penghasilan ini. Jika Anda bekerja keras, Anda bisa mendapatkan penghidupan yang layak. Ini bukan pekerjaan yang buruk," ujar Ding.
Kenyataan pasar tenaga kerja yang tidak mampu menampung lulusan berpendidikan tinggi ini memaksa mereka untuk menerima pekerjaan yang jauh dari ekspektasi.
Krisis ketenagakerjaan di kedua negara ini menunjukkan tantangan besar bagi para sarjana, di mana gelar akademik tidak lagi menjamin peluang kerja yang sesuai, mendorong mereka untuk beradaptasi dengan pekerjaan di luar bidang studi demi keberlangsungan hidup.(*)
(Kompas.com/Muhammad Isa Bustomi, Tria Sutrisna)
Artikel Ini Telah Tayang di Kompas.com
| Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Gubernur Suhardi Duka Soroti Masalah Pengangguran |
|
|---|
| Angka Pengangguran Naik, Gubernur Sulbar Kucurkan Rp60 Miliar untuk Buka Lapangan Kerja |
|
|---|
| Sektor Pertanian Sulbar Lesu, Angka Pengangguran Tembus 24 Ribu Jiwa |
|
|---|
| Pengangguran di Sulbar Naik, Lulusan SMK dan Sarjana Catat Tren Tertinggi |
|
|---|
| Data BPS Sulbar, Mamuju Tertinggi Angka Pengangguran Sedangkan Mateng Terendah |
|
|---|