Berita Mamuju
Rumah Sering Kebanjiran, Warga di Simboro Mamuju Menantikan Hasil Perbaikan Drainase
Setiap kali hujan deras turun, genangan air menjadi momok yang mengganggu aktivitas dan mengancam rumah serta barang milik warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Hujan-deras-yang-mengguyur-Kabupaten-Mamuju-membuat-banjir-di-depan-Taspen-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat resah, karena musim hujan telah tiba kemudian genangan hingga banjir masih menjadi momok bagi warga, karena rumah mereka kerap kemasukan air saat hujan deras.
Seperti yang terjadi pada Senin ( 8/7/2025) malam.
Meskipun genangan air yang merendam permukiman mereka telah surut, namun kekhawatiran warga masih dirasakan, apali lingkungan tempat tinggal mereka merupakan langganan banjir tiga tahun terakhir.
Setiap kali hujan deras turun, genangan air menjadi momok yang mengganggu aktivitas dan mengancam rumah serta barang milik warga.
Baca juga: 648 Koperasi Merah Putih di Sulbar Diluncurkan 19 Juli, Mamasa dan Polman Percontohan
Baca juga: Bulog Polman Simpan 19 Ribu Ton Beras, Harga di Pasar Melambung dan Cekik Warga
Meski banjir yang terjadi kali ini tidak terlalu tinggi, warga tetap menantikan solusi jangka panjang.
“Sudah tiga tahun ini kami merasakan banjir di sini. Setiap kali hujan deras, pasti air naik,” ungkap seorang arga bernama Afikah saat ditemui di lapak penjualannya, Selasa (8/7/2025).
Ia menambahkan, pada banjir tahun lalu, air sempat masuk ke dalam rumah, hingga ia harus memindahkan barang dagangan agar tidak rusak.
“Tapi semalam itu sekitar 10 sentimeter tingginya, jadi masih aman,” katanya.
Warga menduga kondisi drainase yang tidak memadai atau perubahan tata ruang di sekitar lokasi menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang.
Afikah menyambut baik proyek perbaikan drainase yang saat ini sedang berlangsung di sekitar rumahnya dan berharap proyek tersebut menjadi solusi nyata.
“Sementara ini kan ada perbaikan drainase, dan sudah ada satu excavator menggali aspal untuk menyambungkan drainase di depan rumah dengan yang di sebelah,” jelasnya.
Dengan adanya upaya perbaikan ini, warga menaruh harapan besar agar genangan air tidak lagi menjadi ancaman rutin di musim hujan.
“Semoga ke depannya banjir tidak terjadi lagi,” pinta Afikah. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Andika Firdaus
| Polisi Amankan Wanita Lansia Parangi Warga di Tapalang Barat Mamuju, Pelaku Diduga ODGJ |
|
|---|
| Warga di Tapalang Barat Mamuju Diparangi Wanita Diduga ODGJ saat Dini Hari |
|
|---|
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Kalumpang Mamuju Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Papan Larangan Tangkap Ikan di Tanjung Ngapo Mamuju Bikin Geger, Hanya Penduduk Desa Dungkait Bisa? |
|
|---|