Kamis, 4 Juni 2026

Berita Mamuju

Rumah Sering Kebanjiran, Warga di Simboro Mamuju Menantikan Hasil Perbaikan Drainase

Setiap kali hujan deras turun, genangan air menjadi momok yang mengganggu aktivitas dan mengancam rumah serta barang milik warga.

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Rumah Sering Kebanjiran, Warga di Simboro Mamuju Menantikan Hasil Perbaikan Drainase
Suandi/Tribun-Sulbar.com
Banjir Mamuju - , Sulawesi Barat sejak pukul 10.00 WITA, membuat banjir di depan Kantor Taspen, Jl Martadinata, Kelurahan Simboro, pada Jumat (11/4/2025). Genangan air setinggi betis orang dewasa menutup sebagian ruas jalan. Banjir meluas sepanjang kurang lebih 30 meter, menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua mogok di tengah jalan. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat resah, karena musim hujan telah tiba kemudian genangan hingga banjir masih menjadi momok bagi warga, karena rumah mereka kerap kemasukan air saat hujan deras.

Seperti yang terjadi pada Senin ( 8/7/2025) malam.

Meskipun genangan air yang merendam permukiman mereka telah surut, namun kekhawatiran warga masih dirasakan, apali lingkungan tempat tinggal mereka merupakan langganan banjir tiga tahun terakhir.
 
Setiap kali hujan deras turun, genangan air menjadi momok yang mengganggu aktivitas dan mengancam rumah serta barang milik warga.

Baca juga: 648 Koperasi Merah Putih di Sulbar Diluncurkan 19 Juli, Mamasa dan Polman Percontohan

Baca juga: Bulog Polman Simpan 19 Ribu Ton Beras, Harga di Pasar Melambung dan Cekik Warga

Meski banjir yang terjadi kali ini tidak terlalu tinggi, warga tetap menantikan solusi jangka panjang.

“Sudah tiga tahun ini kami merasakan banjir di sini. Setiap kali hujan deras, pasti air naik,” ungkap seorang arga bernama Afikah saat ditemui di lapak penjualannya, Selasa (8/7/2025).

Ia menambahkan, pada banjir tahun lalu, air sempat masuk ke dalam rumah, hingga ia harus memindahkan barang dagangan agar tidak rusak.

“Tapi semalam itu sekitar 10 sentimeter tingginya, jadi masih aman,” katanya.

Warga menduga kondisi drainase yang tidak memadai atau perubahan tata ruang di sekitar lokasi menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang.

Afikah menyambut baik proyek perbaikan drainase yang saat ini sedang berlangsung di sekitar rumahnya dan berharap proyek tersebut menjadi solusi nyata.

“Sementara ini kan ada perbaikan drainase, dan sudah ada satu excavator menggali aspal untuk menyambungkan drainase di depan rumah dengan yang di sebelah,” jelasnya.

Dengan adanya upaya perbaikan ini, warga menaruh harapan besar agar genangan air tidak lagi menjadi ancaman rutin di musim hujan.

“Semoga ke depannya banjir tidak terjadi lagi,” pinta Afikah. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Andika Firdaus

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved