Rabu, 3 Juni 2026

Mamasa

Jembatan Gantung 46 Meter Ambruk Diterjang Banjir di Mamasa, 100 Warga Terisolir

Dalam potongan video pendek tampak lantai jembatan bergoyang akibat terjangan banjir luapan sungai. 

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Jembatan Gantung 46 Meter Ambruk Diterjang Banjir di Mamasa, 100 Warga Terisolir
Istimewa/istimewa
JEMBATAN- Jmbatan gantung di Dusun Palado, Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, rusak parah usai diterjang banjir, Jumat (15/5/2026). Derasnya arus sungai membuat badan jembatan besi penyok dan bengkok hingga tidak dapat lagi dilalui warga. 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan gantung sepanjang 46 meter di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Mamasa rusak parah usai diterjang banjir luapan sungai akibat hujan deras selama sepekan.
  • Kerusakan membuat sekitar 100 jiwa warga kesulitan beraktivitas karena jembatan menjadi akses utama penghubung Dusun Palado dan Dusun Indobanua.
  • Selain sekitar 15 meter lantai jembatan terlepas, tiang penopang juga mengalami kemiringan dan terancam roboh sehingga warga berharap segera diperbaiki pemerintah.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA- Jembatan gantung sepanjang 46 meter rusak parah usai dihantam banjir luapan sungai di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (3/6/2026).

Akibatnya, sebanyak 100 jiwa warga setempat kesulitan beraktivitas imbas jembatan putus.

Dalam potongan video pendek tampak lantai jembatan bergoyang akibat terjangan banjir luapan sungai. 

Baca juga: Kejagung Geledah Kantor BGN Setelah Dadan Hindayana Dicopot

Baca juga: Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Kelas 9, Analisis Teks Diskusi Kesadaran Membayar Pajak

Terlihat juga batang kayu besar hanyut terbawa banjir lalu menghantam jembatan.

Mengakibatkan beberapa plat lantainya terlepas, hingga nyaris roboh.

“Ada sekitar 100 jiwa masyarakat yang kesulitan beraktivitas,” kata Kepala Desa Indobanua, Dullam kepada wartawan.

Dia menyebut terjangan banjir yang merusak jembatan di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, terjadi pada Senin (1/6/2026) kemarin.

Banjir dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah ini selama satu pekan terakhir.

Dullam menyebut banjir tidak hanya menyebabkan lantai jembatan terbuat dari plat baja terlepas.

Tetapi juga mengancam konstruksi utama jembatan. 

Sebab, tiang beton penopang tali mengalami kemiringan dan berpotensi roboh usai dihantam banjir

“Ada sekitar 15 meter lantainya yang terlepas, tiangnya juga miring terancam roboh,” tuturnya.

Menurutnya, jembatan yang rusak hubungkan Dusun Palado dan Dusun Indobanua. 

Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat Dusun Palado jika menuju ke desa maupun ke kota.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved