Opini
Idhul Adha Refleksi Gaya Hidup Kita
Permaslahan ini nampaknya menjadi permasalahan up to date sedemikain mnarik tergambarkan di kalangan ummat Islam mulai Segala bentuk peribadatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Mukhlis-Mustofa.jpg)
Besarnya dana yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan sosial ini terkadang sama bahkan melebihi dengan harga satu ekor kambing dan itu diupayakan untuk dibeli sementara manakala diajak untuk menyumbangkan udhiyah orang tersebut memiliki beragam alasan penolakan.
Tidak diseriusinya permasalahan udhiyah ini secara tidak langsung menjadi bentuk ketidakseriusan dalam menjalankan agama padahal konsekuensi menjadi seorang muslim adalah menjalankan seluruh perintah agama tanpa ada tawar menawar
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,)“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. (QS. Al An’am: 162).
Permasalahan beramal pada allah Ta’ala seyogyanya dilaksanakan sesuai dengan kemampuan diri masing – masing. Konsekuensinya peribadaan diupayakan terbaik namun jika tidak dapat bisa menggambil keringanan.
Allah Ta’ala menuntunkan dalam peribadatan bahwa sholat utama dilakukan dengan berdiri namun jika tidak dimungkinkan dapat dilakukan dengan duduk, berbaring hingga mengedipkan mata.
Demikian pula halnya dengan pelaksanaan udhiyah keringanan untuk tidak melaksanakannnya haruslah disebabkan dengan udzur syar’I, pemaksaan penyembelihan hewan udhiyah harus mempertimbangan kemampuan riil ummat.
Teramat tidak elok manakala seseorang mampu untuk membeli sepeda terbaru, menyisihkan dana membeli motor hingga bersenang – senang beserta keluarga namun tidak memprioritaskan udhiyah sebagai pemenuhan kebutuhan ruhaninya.
Jika hal tersebut dilakukan layaklah jika Rasulllah mengancam dalam hadistnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati tempat Shalat kami.” (H.R. Ahmad). Beragam peringatan tersebut selayaknya menyadarkan nalar spiritual dan agar sindiran di media sosial mengena dalam benak kita.
Selamat idhul adha