Berita Sulbar

Fantasis ! Realisasi Dana Desa di Sulbar Capai Rp 157 Miliar, untuk BLT & Ketahanan Pangan

Kemudian, belanja pemerintah pusat (BPP), terealisasi sebesar Rp761,76 miliar atau 22,43 persen dari pagu Rp3.396,59 miliar

|
Editor: Abd Rahman
istemewa
APBN SULBAR- Kepala DJPb Sulbar Tjahjo Purnomo (tengah) didampingi staf dan pegawai DJPb saat menyampaikan rilis Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Barat (Sulbar) di kantornya Jl Yos Sudarso, Mamuju, Sulbar, Senin (2/5/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sulawesi Barat menunjukkan tren positif hingga 30 April 2025. 

Pendapatan APBN mencapai Rp415,11 miliar, atau 34,59 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.199,92 miliar.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Barat (Sulbar), Tjahjo Purnomo, mengatakan, pendapatan APBN itu didominasi pajak perdagangan internasional yang yang tumbuh signifikan.

Terutama bea keluar yang mencapai Rp 223,69 miliar.

Baca juga: Kakanwil Kemenkum Sulbar Bekali 12 CPNS Nilai Moral dan Budaya Kerja Berintegritas

Peningkatan ini kata dia, tidak terlepas dari stabilnya harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya yang mengalami kenaikan dari USD954,50/MT pada Maret 2025 menjadi USD961,54/MT pada April 2025. 

Selain itu, volume ekspor CPO juga meningkat dari 43,9 juta Kilogram pada Maret 2025 menjadi 53,8 juta Kg pada April 2025.

"Peningkatan ini karena tidak terlepas dari stabilnya harga referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO)," kata Tjahjo Purnomo dalam keterangan resminya diterima Tribun-Sulbar.com, Senin (2/5/2025).

Selain itu, Tjahjo menjelaskan, kinerja pajak perdagangan internasional,Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Sulbar juga menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar Rp95,59 miliar, meningkat 65,97 persen (y-o-y).

Realisasi belanja APBN dan dukungan pembangunan daerah
sementara itu, realisasi belanja APBN di Sulbar hingga 30 April 2025 mencapai Rp2.764,78 miliar, atau 26,60 persen dari pagu sebesar Rp10.391,55 miliar.

Kemudian, belanja pemerintah pusat (BPP), terealisasi sebesar Rp761,76 miliar atau 22,43 persen dari pagu Rp3.396,59 miliar.

Didominasi oleh belanja pegawai sebesar Rp465,76 miliar atau 61,14 persen dari total realisasi BPP.

Sedangkan Transfer ke Daerah (TKD), terealisasi sebesar Rp2.002,02 miliar atau 28,62 persen dari pagu Rp6.994,95 miliar.

 Ini didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp1.561,66 miliar atau 78 persen dari total realisasi TKD.

DAU ini mencakup DAU yang tidak ditentukan penggunaannya (Block Grant) sebesar Rp1.465,54 miliar dan DAU yang ditentukan penggunaannya (Specific Grant) sebesar Rp96,12 miliar.

Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) terbesar berasal dari DBH Sumber Daya Alam yang mencapai Rp6,17 miliar, dan DBH Pajak terealisasi sebesar Rp2,82 miliar. 

Baca juga: Usulan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan ,Warga di Mamuju Tengah Resah : Masyarakat Kecil Terbebani

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved