Minggu, 12 April 2026

Hewan Kurban

Dinas Peternakan Majene Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan ekor sapi asal Majene telah diberangkatkan ke Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. 

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Dinas Peternakan Majene Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha
Tribun Sulbar / Anwar Wahab
Hewan Kurbarn - Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Majene saat periksa sapi sebelum diberangkatkan menuju Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban, Minggu (18/5/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Peternakan Kabupaten Majene melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan hewan kurban, khususnya sapi, yang akan dijual atau dikirim ke luar daerah.

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan ekor sapi asal Majene telah diberangkatkan ke Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. 

Baca juga: Korupsi Rp 1,1 Miliar, Terdakwa Korupsi Renovasi Stadion Manakarra Mamuju Dituntut 6 Tahun Penjara

Baca juga: Kepala Pasar Pecat Petugas Kebersihan Akan Dipecat? Langsung Dipanggil Pj Sekda Polman Usai Viral

Pengiriman ini dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan kesehatan dan kelayakan konsumsi ternak.

Kabid Dinas Peternakan Kabupaten Majene, Aisya Nur menjelaskan, bahwa setiap sapi yang akan dikirim wajib melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh. 

“Pemeriksaan itu mulai dari vaksinasi, pemberian identitas, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Jembrana,” jelasnya, saat ditemui Tribun Sulbar.com di kantornya Kamis (22/5/2025).

Selain itu, ia juga menyampaikan petugas juga memeriksa usia sapi untuk memastikan syarat sah sebagai hewan kurban.

“Sapi kurban minimal berusia dua tahun. Itu menjadi indikator penting dalam pemeriksaan,” tambah Khadijah.

Melalui Dinas Peternakan, pemerintah daerah terus mendorong edukasi kepada peternak terkait tata cara menjaga kesehatan ternak. Beberapa tips yang disarankan antara lain:

Memberikan pakan bergizi dan bersih, serta menjaga pasokan air minum yang cukup.

Menjaga kebersihan kandang untuk mencegah penyebaran penyakit.

Melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Mengisolasi ternak baru sebelum bergabung dengan populasi kandang.

Melapor ke Puskeswan jika ternak menunjukkan gejala sakit seperti demam, luka di mulut atau kuku, dan nafsu makan menurun.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan memastikan hewan kurban dari Majene sehat serta layak konsumsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dinas Peternakan Majene mengajak seluruh peternak untuk bersama-sama menjaga kualitas hewan kurban demi kelancaran jelang qurban dan distribusi, terutama apabila ingin dikirim dari daerah tujuan seperti Kalimantan.

"Jadi kami mengimbau apabila ada peternakan yang memiliki masalah dengan ternaknya baik itu masalah kesehatan atau penyakit, kiranya bisa membawa ke Puskeswan, karena tim kami tidak dapat menjangkau semua peternak, " Tutupnya. 

Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved