Hewan Kurban
Dinas Peternakan Majene Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha
Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan ekor sapi asal Majene telah diberangkatkan ke Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pusat-Kesehatan-Hewan-Puskeswan-K.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Peternakan Kabupaten Majene melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan hewan kurban, khususnya sapi, yang akan dijual atau dikirim ke luar daerah.
Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan ekor sapi asal Majene telah diberangkatkan ke Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Baca juga: Korupsi Rp 1,1 Miliar, Terdakwa Korupsi Renovasi Stadion Manakarra Mamuju Dituntut 6 Tahun Penjara
Baca juga: Kepala Pasar Pecat Petugas Kebersihan Akan Dipecat? Langsung Dipanggil Pj Sekda Polman Usai Viral
Pengiriman ini dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan kesehatan dan kelayakan konsumsi ternak.
Kabid Dinas Peternakan Kabupaten Majene, Aisya Nur menjelaskan, bahwa setiap sapi yang akan dikirim wajib melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh.
“Pemeriksaan itu mulai dari vaksinasi, pemberian identitas, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel darah untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Jembrana,” jelasnya, saat ditemui Tribun Sulbar.com di kantornya Kamis (22/5/2025).
Selain itu, ia juga menyampaikan petugas juga memeriksa usia sapi untuk memastikan syarat sah sebagai hewan kurban.
“Sapi kurban minimal berusia dua tahun. Itu menjadi indikator penting dalam pemeriksaan,” tambah Khadijah.
Melalui Dinas Peternakan, pemerintah daerah terus mendorong edukasi kepada peternak terkait tata cara menjaga kesehatan ternak. Beberapa tips yang disarankan antara lain:
Memberikan pakan bergizi dan bersih, serta menjaga pasokan air minum yang cukup.
Menjaga kebersihan kandang untuk mencegah penyebaran penyakit.
Melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Mengisolasi ternak baru sebelum bergabung dengan populasi kandang.
Melapor ke Puskeswan jika ternak menunjukkan gejala sakit seperti demam, luka di mulut atau kuku, dan nafsu makan menurun.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan memastikan hewan kurban dari Majene sehat serta layak konsumsi,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Dinas Peternakan Majene mengajak seluruh peternak untuk bersama-sama menjaga kualitas hewan kurban demi kelancaran jelang qurban dan distribusi, terutama apabila ingin dikirim dari daerah tujuan seperti Kalimantan.
"Jadi kami mengimbau apabila ada peternakan yang memiliki masalah dengan ternaknya baik itu masalah kesehatan atau penyakit, kiranya bisa membawa ke Puskeswan, karena tim kami tidak dapat menjangkau semua peternak, " Tutupnya.
Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab
| 323 Hewan Kurban Siap Disembelih di Mamuju, Termasuk Sapi Kurban Presiden Prabowo |
|
|---|
| Faktor Ekonomi? Pedagang Kambing di Mamuju Tengah Ngeluh Sepi Pembeli Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Dinas Peternakan Majene Sudah Periksa 6 Ribu Hewan Kurban, Termasuk Umur |
|
|---|
| Jelang Iduladha, 6.493 Ternak di Sulbar Diperiksa Sebelum Dikirim ke Kaltim, 16 Positif Brucellosis |
|
|---|
| Dinas Peternakan Mamuju Tengah Intens Cek Kesehatan hewan Kurban jelang Idul Adha |
|
|---|