Pemecatan Petugas Kebersihan
4 Petugas Kebersihan Pasar Pekkabata Polman Dipecat Usai Mogok Kerja Tuntut Gaji 2 Bulan
Mereka diberhentikan sepihak usai sempat mogok kerja lantaran menuntut gaji dua bulan belum dibayarkan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
“Kalau gaji pembersih pasar semua sama, 1 juta per bulan, yang belum terbayar gaji bulan 12 tahun 2024 dan gaji bulan 4 tahun 2025," ungkapnya.
Sementara kepala Pasar Pekkabata Irwan Susanto membantah jika dirinya telah memecat keempat pembersih pasar itu.
Sebaliknya, dia menyebut jika keempat pembersih itu yang memilih mengundurkan diri sebagai pembersih pasar.
“Saya kepala pasar belum pernah memberhentikan orang, justru mereka yang berhenti," ujar Irwan Susanto saat dikonfirmasi terpisah.
Dia juga menuding jika pembersih atas nama Sappe yang melakukan provokasi kepada pembersih lain untuk berhenti.
“Untuk pemecatan atau pemberhentian, tidak ada pemberhentian, justru mereka bersikap termasuk itu Sappe yang memprovokatori temannya untuk berhenti,” lanjut Irwan.
Meski demikian, Irwan mengakui jika dirinya belum pernah mengonfirmasi langsung keempat pekerja itu apakah betul-betul mengundurkan diri sesuai informasi yang disampikan pembersih lain.
Irwan berdalih tidak punya kewajiban menemui para pekerja itu untuk melakukan klarifikasi.
Irwan kemudian memberikan penjelasan terkait gaji yang dituntut para pembersih.
Menurutnya gaji bulan 12 telah pernah dikomunikasikan dengan Camat Polewali namun belum ada kejelasan.
Sementara pembayaran gaji bulan April kata Irwan tetap akan diupayakan.
“Kalau soal gaji bulan 12 saya sudah sampaikan ke pak camat, saya bilang bagaimana ini soal gaji pembersih bulan 12 karena nyebrang tahun, saya sampaikan kepada pak camat apa yang saya jawab ini misalkan kalau anggota saya pembersih bertanya soal itu, apa jawabannya beliau (camat) suruh demo di keuangan,” pungkas Irwan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.