Kamis, 4 Juni 2026

Bapperida Sulbar

Gandeng Unhas Bapperida Sulbar Sulbar Kick Off RIPJPID, Rancang Strategi Riset dan Inovasi 2025–2029

Menurut Darwis, keterlibatan BRIN sangat penting karena lembaga tersebut memiliki mandat secara regulasi untuk melakukan pendampingan

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Gandeng Unhas Bapperida Sulbar Sulbar Kick Off RIPJPID, Rancang Strategi Riset dan Inovasi 2025–2029
suandi
Sekretaris Bapperida Sulbar, Muhammad Darwis Damir memberi sambutan dalam kegiatan penyusunan Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Provinsi Sulbar 2025–2029, yang dilaksanakan di Kantor Bapperida Sulbar, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, pada Senin (5/5/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat (Sulbar) secara resmi memulai penyusunan Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Provinsi Sulbar 2025–2029. 

Kick-off kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bapperida Sulbar, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, pada Senin (5/5/2025).

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Bapperida Sulbar, Muhammad Darwis Damir

Darwis menegaskan pentingnya dokumen RIPJPID sebagai acuan strategis dalam menjalankan riset dan inovasi daerah ke depan.

Baca juga: Gara-gara Pasir dan Pengaruh Minuman Keras, Pria di Pasangkayu Bacok Keluarga

Baca juga: Gubernur Sherly Laos Resah dengan Keberadaan Tambang di Malut, Dampak Lingkungan Ditanggung Daerah

"Hari ini kita memulai kick off RIPJPID Sulbar. Ini merupakan salah satu indikator penting dalam pengukuran indeks inovasi daerah. Dokumen ini sangat vital, karena menjadi acuan utama bagi pelaksanaan kegiatan riset dan inovasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Darwis.

Penyusunan dokumen tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang hadir secara hybrid, baik secara langsung maupun daring. 

Kegiatan ini juga menggandeng akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) serta mendapatkan pendampingan teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Darwis, keterlibatan BRIN sangat penting karena lembaga tersebut memiliki mandat secara regulasi untuk melakukan pendampingan dan pembimbingan dalam penyusunan dokumen RIPJPID

Sinergi dengan Unhas juga dinilai krusial karena substansi dokumen ini harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulbar yang saat ini juga tengah disusun.

"Dalam waktu 60 hari ke depan, kita targetkan dokumen ini selesai. Namun jika bisa lebih cepat, tentu akan lebih baik. Ini karena beberapa dokumen lain juga sudah kita sesuaikan agar sinkron," tambahnya.

Lebih lanjut, Darwis berharap RIPJPID tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan daerah. 

Isu-isu strategis seperti pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pemetaan risiko bencana, serta penguatan fiskal daerah menjadi fokus utama.

"Fiskal itu sangat fundamental. Oleh karena itu, roadmap ini harus mengidentifikasi program prioritas, siapa pelaksananya, dan bagaimana pengawasan dilakukan. Tahapan selama lima tahun ke depan harus jelas, sehingga di tahun 2029 nanti, target-target dalam dokumen ini benar-benar bisa dicapai," tegasnya.

Darwis juga menekankan pentingnya integrasi RIPJPID dengan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Sulbar yang saat ini menjabat. 

Implementasi, monitoring, hingga evaluasi harus dijalankan secara berkesinambungan agar dokumen ini tetap relevan, terutama jika ada perubahan regulasi ke depan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved