Pembacokan Keluarga
Gara-gara Pasir dan Pengaruh Minuman Keras, Pria di Pasangkayu Bacok Keluarga
Sempat dilerai istrinya, pelaku kembali membacok bagian pinggang korban, lalu mendorongnya hingga luka di bagian lengan akibat tergores tembok.
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pelaku-pembacokan-di-Dusun-Tu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Seorang pria berinisial S (46) di Dusun Tura, Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) menganiaya kelurganya sendiri, bernama Dahumari (47).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WITA di rumah korban, Sabtu (26/4/2025).
Tetangga korban Cembong menyebut penganiayaan disebabkan hal sepele.
Baca juga: Alasan BKPP Polman Belum Nonaktifkan ASN Pelaku Asusila Anak Diabwah Umur Meski Divonis Bersalah
Baca juga: Jemaah Calon Haji Kabupaten Majene Mulai Kumpulkan Koper, Kapan Berangkat ke Embarkasi Makassar?
Saat itu pelaku yang merupakan keluarga korban menawarkan 13 angkong pasir kepada korban.
"Siangnya dia sendiri yang tawarkan pasir kepada Dahumari, tapi pas malamnya dia minta harus diganti," terangnya, Senin (5/5/2025).
Kata warga, saat itu pelaku dalam pengaruh minuman keras, mendatangi kediaman korban sambil membawa parang.
"Dia marah-marah dan terus meminta agar korban segera mengganti pasirnya malam itu," tambahnya.
Karena tidak memungkinkan untuk menggantinya malam itu, korban kemudian menolak permintaan tersebut.
Akan tetapi, korban sempat menawarkan uang sejumlah Rp 600 ribu kepada pelaku, sebagai pengganti pasir tersebut.
Namun, pelaku tidak menerima uang itu dan terus melontarkan kata-kata kotor kepada korban.
Tidak terima dengan kata-kata itu, Dahumari kemudian membalas perkataannya, hingga memancing emosi pelaku.
Terpancing emosi, S kemudian melayangkan parang ke arah bahu kanan korban.
Sempat dilerai istrinya, pelaku kembali membacok bagian pinggang korban, lalu mendorongnya hingga luka di bagian lengan akibat tergores tembok.
"Untungnya parang milik pelaku tidak tajam, sehingga lukanya juga tidak terlalu dalam," ucap Cembong.
Mengetahui hal itu, Cembong bersama Babinsa kemudian melaporkan hal itu kepada polisi.