Opini
Dampak Traumatik terhadap Perkembangan Spiritual Manusia
SEFT terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan emosional sekaligus memperbaiki hubungan vertikal antara individu dan Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nur-Salim-Ismail-dok.jpg)
Dengan demikian, individu tidak hanya sembuh secara psikis, tetapi juga mengalami transformasi batiniah menuju kedamaian sejati.
Integrasi antara psikologi modern dan spiritualitas agama menciptakan pendekatan holistik yang saling melengkapi. Jika psikoterapi menangani luka-luka kognitif-afektif agar fungsi mental kembali optimal, maka intervensi spiritual memperbaiki keretakan makna hidup serta memperkuat iman sebagai fondasi ketahanan jiwa.
Sehingga tercapai kondisi kesehatan jiwa paripurna atau mental-spiritual well-being—keadaan di mana seseorang tidak hanya bebas dari gangguan mental, tetapi juga memiliki rasa damai batin yang kokoh serta makna hidup yang jelas.
Pendekatan integratif ini menuntut para profesional konseling untuk memiliki kompetensi multidisipliner; mampu menerapkan teknik psikologis sekaligus peka terhadap nilai-nilai religius klien tanpa memaksakan keyakinan tertentu.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif antara ilmu psikologi modern dan metode-metode penguatan spiritual berbasis ajaran agama agar proses pemulihan berjalan optimal—menghadirkan keseimbangan emosi sekaligus kedamaian batin, menuju iman sejati.(*)