Berita Mamasa
Dua Warga Bertetangga di Desa Rantetanga Mamasa Ribut Soal Hewan Peliharaan, Didamaikan Secara Adat
Kejadian tersebut memicu kemarahan Mama Sambo, yang kemudian menegur Mama Aru dengan kata-kata yang dianggap kasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Problrm-Solving-kasus-perselisihan-warga.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dua warga bertetangga di Desa Rantetanga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat didamaikan secara adat, setelah sebelumnya bertengkar karena masalah hewan peliharaan.
Kedua warga itu didamaikan di Kantor Desa Rantetanga pada Jumat (4/4/2025) lalu.
Bhabinkamtibmas Polsek Mamasa, Brigpol Mahendra mengatakan awal permasalahan antara Mama Aru dan Mama Sambo, awalnya dipicu ketegangan keduanya, seelah hewan peliharaan Mama Aru yakni anjing dan ayam, kerap masuk ke dapur milik Mama Sambo.
Kejadian tersebut memicu kemarahan Mama Sambo, yang kemudian menegur Mama Aru dengan kata-kata yang dianggap kasar.
Perasaan tersinggung membuat Mama Aru kemudian membawa permasalahan tersebut ke lembaga adat untuk dicari solusinya.
Dalam proses mediasi yang berlangsung di Kantor Desa Rantetanga, lembaga adat memutuskan bahwa tidak ada pihak yang sepenuhnya salah atau benar.
Sebagai keluarga dan tetangga, keduanya diberi wejangan agar lebih menjaga sikap dan tutur kata demi terciptanya keharmonisan.
Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk bersama-sama menanggung denda adat sebagai simbol pemulihan hubungan dan persaudaraan.
Baca juga: 12 Warga Tewas Konflik Bersenjata Antar Pendukung Paslon di Puncak Jaya Papua, KKB Ikut Menembak
Baca juga: Tidur Pulas, Dua Handphone Warga Desa Samsundu Polman Dicuri Kerugian Rp7,5 Juta
"Keputusan tersebut bersifat final dan tidak dapat diperdebatkan lagi. Namun, jika ada pihak yang merasa tidak puas, mereka dipersilakan untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kedua belah pihak akhirnya menerima hasil musyawarah dengan lapang dada dan menandai perdamaian mereka dengan saling berjabat tangan," ujar Mahendra. (*)
| Keluarga Korban Persetubuhan Anak di Mamasa Tuding Jaksa Ingin Ringankan Hukuman Pelaku |
|
|---|
| KISAH 50 Kepala keluarga Tempuh 1,5 Km Demi Setetes Air Bertahan di Pepana Mamasa dalam Keterbatasan |
|
|---|
| Rumah Petani di Mamasa Terbakar 7 Karung Gabah dan 5 Karung Kopi Ludes Dilalap Kerugian Rp25 Juta |
|
|---|
| Longsor Tutup Akses Jalan, 6 Desa di Tabulahan Mamasa Sudah 2 Pekan Terisolir |
|
|---|
| Bawa Materi di Retreat Pemkab Mamasa, Junda Dorong Birokrasi Kompak dan Kolaboratif |
|
|---|