Rabu, 22 April 2026

Berita Polman

Pengantin di Polman Gelar Pertunjukan Tradisi Toyang Roeng, Naik Ayunan Putar dari Bambu dan Kayu

Permainan ini mirip sebuah ayunan yang ditopang dua kayu berukuran besar setinggi empat meter.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pengantin di Polman Gelar Pertunjukan Tradisi Toyang Roeng, Naik Ayunan Putar dari Bambu dan Kayu
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
TRADISI SUKU MANDAR - Tradisi Suku Mandar bernama Toyang Roeng atau sebuah permainan ayunan mirip komedi putar dilaksanakan saat pesta pernikahan, Jumat (21/2/2025). Pertunjukan tradisi ini berlangsung di acara pernikahan yang di gelar di Gedung Gadis Jl Ratulangi Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Melihat tradisi Suku Mandar bernama Toyang Roeng atau sebuah permainan ayunan mirip komedi putar dilaksanakan saat pesta pernikahan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (21/2/2025).

Tradisi unik ini seringkali disaksikan pada pesta pernikahan atau pengantin di Tanah Mandar.

Toyang Roeng merupakan sebuah permainan yang menggunakan batang bambu dan kayu.

Permainan ini mirip sebuah ayunan yang ditopang dua kayu berukuran besar setinggi empat meter.

Baca juga: Eksis Sejak 1950 Jadi Pakacapi Lestarikan Budaya Mandar, Jalal: Dangdut Belum Ada Saya Main Kacapi

Pelaksanaan tradisi ini berlangsung di acara pernikahan yang di gelar di Gedung Gadis Jl Ratulangi Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.

Toyang Roeng setinggi empat meter ini didirikan di lapangan Pancasila depan Gedung Gadis.

Permainan ini memiliki empat tempat duduk dengan posisi terpisah dan menggantung.

Lalu digerakkan manual dengan bantuan beberapa orang, saat mulai berputar, pengantin menaikinya akan tampak seperti berayun.

Sebelum permainan dimulai, masyarakat mendahuluinya dengan berdoa bersama di bawah ayunan Toyang Roeng.

Kedua mempelai pengantin ikut berdoa dengan maksud selalu diberikan perlindungan dan keselamatan.

Mempelai serta orang tua nampak masih mengenakan pakaian adat lengkap, mendapat kesempatan pertama naik di Toyang Roeng.

Warga sekitar dan para tamu undangan nampak antusias menyaksikan Toyang Roeng ini.

"Tradisi ini wajib kita laksanakan bagi masyarakat khususnya suku Mandar keluarga Tande," kata salah satu toko masyarakat dari keluarga pengantin, Nasir kepada wartawan.

Dia menjelaskan tradisi Toyang Roeng merupakan warisan leluhurnya dari daerah Tande, Kabupaten Majene. 

Permainan ini pun disebutnya hanya dilaksanakan untuk memeriahkan pesta pernikahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved