Selasa, 9 Juni 2026

Berita Polman

30 Hektar Tanaman Bawang di Bala Polman Diserang Hama Ulat, Petani Rugi Besar

Areal perkebunan bawang terdampak paling parah akibat serangan hama ulat berada di Desa Bala, Kecamatan Balanipa.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 30 Hektar Tanaman Bawang di Bala Polman Diserang Hama Ulat, Petani Rugi Besar
Tribun-Sulbar.com/Fahrun
BAWANG MERAH - 30 hektar (Ha) tanaman bawang merah di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulbar, diserang hama ulat membuat petani meradang, Senin (20/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Sekitar 30 hektar tanaman bawang merah di Polman diserang hama ulat.
  • Petani terpaksa melakukan panen dini untuk mengurangi kerugian.
  • Kerugian petani ditaksir mencapai puluhan juta rupiah per hektar.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sedikitnya 30 hektar (Ha) tanaman bawang merah di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diserang hama ulat membuat petani meradang, Senin (20/4/2026).

Sebagian petani terpaksa melakukan panen lebih awal untuk meminimalisir kerugian.

Areal perkebunan bawang terdampak paling parah akibat serangan hama ulat berada di Desa Bala, Kecamatan Balanipa.

Baca juga: Tanaman Terserang Hama Ulat, Petani Bawang Merah di Polman Rugi Miliaran Rupiah

Baca juga: Terdeteksi Serangan Ulat Grayak Pada Tanaman Bawang Merah di Polman Petani Sebar Anti Hama

Serangan hama membuat tanaman bawang warga rusak dengan tingkatan berbeda-beda.

Petani Lakukan Panen Dini

Langkah petani menyelamatkan bawang merah ini dipanen secara seleksi yang layak digunakan.

"Kita panen ini di usia dini, istilahnya belum sampai umurnya, kalau kita manusia istilahnya prematur," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus kepada wartawan.

Dia menyebut serangan hama ulat ini berdampak satu hamparan seluas sekitar 30 hektar.

Tetapi dampaknya kata Yunus ada ditingkatan, rata-rata umur 50 sampai 60 hari masih bisa diselamatkan.

Terdapat pula beberapa hektar lahan yang umur belum cukup satu bulan sama sekali tidak layak tumbuh.

Menurut Yunus, serangan hama pada tanaman bawang dapat disebabkan beberapa hal. 

Selain pola tanam juga karena faktor cuaca yang mempengaruhi ketersedian air. 

Agar serangan hama tidak semakin meluas, Yunus mengaku telah melakukan gerakan pengendalian (gerdal) bersama para petani.

"Gerakan pengendalian hama, khusus wilayah sini kemarin mungkin ada sekitaran 12 hektar, itu salah satu langkah pengendalian," ungkapnya.

Yunus juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi V di Mamuju.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved