Senin, 20 April 2026

Polman

Warga Gotong Royong Bangun Jalan Limpas 24 Meter di Matangga Polman

Jalan limpas sepanjang kurang lebih 24 meter ini rencananya sebagai jalur alternatif masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Warga Gotong Royong Bangun Jalan Limpas 24 Meter di Matangga Polman
Fahrun Ramli/Fahrun Ramli
Puluhan warga gotong royong membangun jalan limpas sepanjang 24 meter menghubungkan kedua sisi sungai di Desa Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (20/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Tapua, Polman, bersama TNI bergotong royong membangun jalan limpas sepanjang 24 meter sebagai akses sementara setelah jembatan putus akibat banjir.
  • Jalan limpas dibuat dari susunan batu di tengah sungai untuk memudahkan aktivitas warga, termasuk petani dan pelajar yang sebelumnya menggunakan rakit bambu.
  • Pembangunan dilakukan karena jembatan sepanjang 20 meter belum diperbaiki selama setahun, sehingga warga mencari solusi alternatif untuk mobilitas.

 


TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Puluhan warga gotong royong membangun jalan limpas sepanjang 24 meter menghubungkan kedua sisi sungai di Desa Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (20/4/2026).

Sebab, jembatan penyeberangan kerap dilalui warga sudah lama putus akibat terjangan banjir.

Pembangunan jalan limpas ini dibantu Babinsa bersama warga Desa Tapua dan Desa Ba’ba Tapua.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini Senin , Kelinci dan Ular Sakit Hati, Ada Potensi Kecewa

Baca juga: Atlet Catur Muda Mamuju Tengah Dafa Juara 1 Turnamen Kapolda Sulteng 2026

Warga membangun jalan dengan menyusun bebatuan di tengah sungai untuk jalur penyeberangan.

Jalan limpas sepanjang kurang lebih 24 meter ini rencananya sebagai jalur alternatif masyarakat.

Lantaran jembatan sepanjang 20 meter tak kunjung diperbaiki sejak diterjang banjir satu tahun lalu.

"Pembuatan jalan limpas ini menjadi solusi sementara bagi warga untuk memperlancar mobilitas," kata warga setempat, Ansar.

Dia menyebut akses jalan menyebrangi sungai ini digunakan masyarakat dalam aktivitas harinya.

Seperti para petani hendak ke kebun dan para pelajar ke sekolah menyebrangi sungai ini.

Selama ini kata Ansar warga menyebrangi sungai gunakan rakit bambu yang tersedia di pinggir sungai.

"Tapi kalau hujan deras lagi, air sungai meluap, kita tidak bisa menyebrang, jadi kita buatkan jalan limpas," ungkapnya.

Dia menyebut jalan limpas dibangun secara gotong royong ini panjangnya kurang lebih 24 meter. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved