Berita Mamuju Tengah
DPRD Mateng Panggil Pihak Terkait Imbas Warga Ancam Akan Tutup Jalan Proyek Bendungan Budong-budong
RDP tersebut menghadirkan warga Desa Tabolang, Tokoh Masyarakat serta pihak PT Brantas Abipraya selaku pelaksana pembangunan bendungan Budong-budong.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Masyarakat-Tabolang-bersama-pihak-terkait-5.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Sejumlah warga Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng ), Sulawesi Barat (Sulbar) ancam akan menutup akses jalan utama menuju proyek pembangunan bendungan Budong-budong di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo.
Hal itu dilakukan dikarenakan pihak perusahaan tidak memberi kejelasan terkait perbaikan jalan dan ganti rugi pelebaran jalan yang merupakan akses utama menuju Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Baca juga: Kata SDK Soal Pelantikan Gubernur Diundur ke Maret 2025
Baca juga: Spot Baru di Tebing Pantai Dato, Gazebo dan Landmark Favorit Pengunjung
Merespon hal tersebut, komisi II DPRD Mamuju Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Dalam RDP tersebut menghadirkan warga Desa Tabolang, tokoh masyarakat serta pihak PT Brantas Abipraya selaku pelaksana pembangunan bendungan Budong-budong.
Kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (5/1/2025), salah seorang perwakilan Warga Tabolang, Andi Tenri mengatakan, jika sudah dilakukan RDP namun tak menemukan kejelasan maka warga akan melakukan penutupan akses jalan utama menuju proyek bendungan tersebut.
"Dari awal adanya aktivitas pihak balai bekerja di Salule'bo kami menderita debu dan belum menerima kejelasan ganti rugi," ujarnya.
Olehnya itu ia dengan tegas meminta pihak terkait (PT Brantas Abipraya) untuk bertanggung jawab menindaklanjuti keluhan mereka.
"Jika pihak Brantas tidak memberi kejelasan kepada kami, maka kami akan menutup jalan (sementara) hingga ada penyelesaian," tegasnya.
Sementara itu, Yulius Sanusi, Ketua Komisi II DPRD Mamuju Tengah yang memimpin RDP tersebut juga mempertegas bahwa pihaknya akan melakukan RDP lanjutan untuk mendapatkan jawaban pasti dari pihak perusahaan terkait permasalahan yang di alami oleh masyarakat Desa Tabolang.
"Kami berharap ada kejelasan yang di berikan dari pihak perusahaan kepada masyarakat terkait persoalan tersebut," ujarnya.
"Sebab, pihaknya juga tidak bertanggung jawab jika warga yang ingin menutup akses jalan tersebut," kuncinya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak |
|
|---|
| Atlet Catur Muda Mamuju Tengah Dafa Juara 1 Turnamen Kapolda Sulteng 2026 |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Sebut Perubahan Nama Sejumlah Desa Perlu Kajian Matang dan Koordinasi Pusat |
|
|---|
| Sejumlah Desa di Mateng Berpotesi Ganti Nama, dari Kesalahan Administrasi hingga Sejarah Tak Jelas |
|
|---|
| Perusahaan Sawit Minim Kontribusi Terhadap PAD Mamuju Tengah, PMII Dorong Pemda Kaji Ulang |
|
|---|