Opini
OPINI: Lima Dampak Toxic Communication Dalam Interaksi Sosial
Proses berpikir sebelum berbicara dalam hubungan atau interaksi sosial memungkinkan seseorang untuk mempertimbangkan dampak dari kata-katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/arma1.jpg)
Keempat. konbat (konflik batin). Toxic relationship memiliki banyak sekali dampak negatif kepada korban seperti tidak produktif, terjadinya gangguan secara mental, hingga dapat memicu terjadinya sebuah emosional yang berujung pada terjadinya tindak kekerasan, bahkan bisa menjadi munculnya konflik, kemarahan, frustrasi dan ketidakbahagiaan, menurunnya self esteem. Para korban toxic relationship terkadang tidak menyadari bahwa mereka sedang berada di lingkungan yang toxic, maka dari itu sebagai kerabat, teman ataupun sahabat perlu mengingkatkan kepada korban, terkadang korban toxic relationship tidak mampu keluar dari lingkungan toxic karena ketidak mampuan, kekurangan dukungan ataupun support dari orang terdekat.
Kelima. depsijan (depresi dan jantungan). kesadaran terhadap toxic relationship dimulai dengan pengenalan dan identifikasi diri dalam hubungan toxic relationship. Dampaknya meliputi stres emosional, depresi, dan penurunan kualitas hidup. Mereka juga menciptakan ruang bagi pertumbuhan pribadi dan perubahan positif setelah keluar dari hubungan yang merugikan. Pertumbuhan positif melibatkan perubahan pola pikir, peningkatan kepercayaan diri, dan kemampuan menetapkan batasan hubungan. Dukungan sosial dan profesional memainkan peran penting dalam proses pemulihan.
Korban yang tidak mampu keluar dari lingkaran pengaruh tersebut dalam waktu yang relative lama akan mengalami penyakit jantungan yang tentunya “terancam kematian” setiap menit yang dilaluinya. (*)