Berita Polman
Petani Desa Dakka Polman Basmi Hama Tikus Pakai Asap Belerang
Petani tergabung dalam kelompok tani Tunas Muda dan Galu Dara ini sempat resa, setelah hama tikus menyerang.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Para-petani-saat-membasmi-hama-tikus-di-areal-persawahan-Desa-Dakka.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Para petani berburu tikus menggunakan alat pengasapan bubuk belerang di Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Senin (2/12/2024).
Hal ini dilakukan lantaran keberadaan hewan pengerat itu menjadi hama di area persawahan.
Kerap membuat produksi pertanian warga menurun, sehingga diperlukan cara dalam membasminya.
Petani tergabung dalam kelompok tani Tunas Muda dan Galu Dara ini sempat resa, setelah hama tikus menyerang.
Baca juga: Petani Polman Meninggal di Rumah Kebun, Dikenal oleh Tetangga Sebagai Sosok Pendiam
Sebelum perburuan, petani mendapat pengarahan dari Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Polman.
Usai mendapat pengarahan, pera petani lalu dibagi dalam beberapa kelompok kecil.
Setiap kelompok dibekali dengan alat pengasapan lengkap dengan bubuk belerang.
Petani lalu menyebar ke sejumlah titik yang diketahui menjadi tempat tikus bersarang di pematang sawah.
Tikus membuat banyak lubang yang saling terhubung satu sama lain, sulit untuk membasminya.
Dalam kegiatan perburuan ini, para petani harus mampu mengenali ciri-ciri lubang aktif yang menjadi sarang tikus.
Setelah itu, lubang diberi bubuk belerang kemudian dibakar hingga menimbulkan kepulan asap tebal dengan bau menyengat.
Tikus akan langsung berlarian keluar dari dalam tanah ketika sarangnya mulai diselimuti asap belerang.
Para petani menggunakan kayu sigap mengejar dan menyerang tikus hingga akhirnya mati.
Hasilnya, ratusan ekor tikus berhasil dimusnahkan dalam waktu lebih kurang dua jam saja.
“Sebenarnya ada banyak model pengendalian termasuk pemasangan umpan, tetapi fumigasi paling efektif," kata Koordinator POPT Polman, Masding kepada wartawan.
Menurutnya areal persawahan warga di Desa Dakka memang dikenal sebagai daerah perkembangbiakan hama tikus.
Itu sebabnya pengendalian hama tikus sejak dini harus dilakukan agar tidak menjadi hama.
Dia menyebut, setiap pasang tikus dapat berproduksi hingga mencapai 2000 ekor per tahun.
Itu sebabnya kata Masding pengendalian hama secara berkesinambungan penting dilakukan untuk mengurangi populasi tikus.
"Di sini memang daerah endemik tikus, makanya kita lakukan pengendalian dari awal, sejak pra tanam kita mengurangi populasi awal," ungkapnya.
Masding menegaskan, jika populasi hama tikus tidak dikendalikan dapat menyebabkan produksi hasil pertanian menurun.
| 30 Hektar Tanaman Bawang di Bala Polman Diserang Hama Ulat, Petani Rugi Besar |
|
|---|
| Sepekan, 2 Warga Sakit di Polman Ditandu ke Puskesmas akibat Jalan Rusak Parah |
|
|---|
| Kasus Tuduhan Pencurian di Desa Bonra Polman Berakhir Damai Penuduh Minta Maaf Depan Polisi |
|
|---|
| Wanita Sakit di Tutar Polman Ditandu Sejauh 9 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak |
|
|---|
| Radio Walet Bikin Bising Pemilik Usaha di Polman Ditegur Polisi |
|
|---|