Opini Tribun Sulbar
Iri Kepada Sahabat Nabi
Begitupun dalam kegiatan sehari-hari, para sahabat dapat bertanya langsung kepada Nabi dengan berbagai persoalan yang dihadapi yang dihadapinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu.jpg)
Nabi mewariskan kepada umatnya, sesudah zaman para sahabat yang tidak lagi berjumpa dengan Nabi yaitu Al Qur'an dan Al Sunnah. Inilah adalah warisan abadi yang harus perpegangi.
Dalam satu hadis yang amat terkenal "Aku tinggalkan kepadamu dua hal, jika kamu berpegang teguh kepadanya, kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu kitab Allah yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul".
Warisan peninggalan Nabi ini tetap terjaga sampai hari ini, namun demikian kita tetap membutuhkan penterjemah kedua pusaka ini, untuk membimbing kita dalam memahaminya.
Keberadaan para ulama sebagai pewaris Nabi adalah suatu keniscayaan bagi kita. Para ulama sebagai penghubung atau sebagai penterjemah dalam memahami kedua sumber tersebut.
Ini sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an, kita disuruh untuk selalu membiasakan bertanya kepada ahli ilmu atau para ulama dalam berbagai persoalan terkait dengan pemahaman terhadap teks Wahyu maupun hadits-hadits Nabi dan persoalan kehidupan lainnya.
Kita tidak mungkin lagi bertanya langsung kepada Nabi sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat, ulama sebagai pewaris para Nabi adalah menjadi rujukan kita.
Kemajuan media hari ini untuk mendapatkan akses karya-karya para Ulama itu sangat terbuka bagi kita generasi hari ini.
Semangat untuk menggali keilmuan hendaknya menjadi prioritas dalam menambah pundi-pundi keilmuan kita.
Generasi hari ini yang bukan lagi generasi para sahabat, mesti lebih giat lagi untuk selalu berada dalam kerja-kerja untuk manambah wawasan keilmuan dan memanfaatkan peninggalan Rasul dan peninggalan karya-karya ulama yang begitu banyak kita dapat mengaksesnya dan mudah kita dapatkan.
Kita mesti banyak belajar baik kepada generasi sahabat maupun generasi sesudahnya terkait dengan semangat mereka dalam mencari atau menambah keilmuan dan karya yang mereka tinggalkan. Mereka adalah generasi-generasi yang sangat langka kita dapatkan hari ini.
Ghirah keilmuan generasi hari perlu kita cas, supaya semangat dalam mencari atau menciptakan generasi yang handal dan cinta kepada ilmu kembali terlahir sebagaimana generasi-generasi sebelumnya.(*)
(Bumi Pambusuang, 30 Nopember 2024)