OPINI
Trending War Takjil, Tanda Keharmonisan dan Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Meski demikian hal kecil ini menunjukkan keharmonisan lintas beragama di negara kita yang mana menu takjil bulan ramadan bisa dinikmati tiap kalangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Nurul-Afifah-Syafira.jpg)
Nurul Afifah Syafira
Mahasiswi Prodi KPI STAIN Majene
TRIBUN-SULBAR.COM - War takjil sedang jadi trending di bulan Ramadan 1445 Hijriah.
Takjil umumnya merupakan kudapan yang sering dijual selama momentum ramadan, bagi umat muslim yang sedang berpuasa.
Baru-baru ini hangat diperbincangkan jejaring media sosial, fenomena war takjil antara umat muslim dengan non-Islam atau bias adisebut nonis.
Ramai dan trending di media sosial, karena takjil yang biasnaya diburu oleh umat muslim, justru kini diborong oleh saudara-saudara nonis, dan sangat viral di emdia sosial manapun.
Padahal, mereka tidak menjalankan wajib puasa.
Meski demikian hal kecil ini menunjukkan keharmonisan lintas beragama di negara kita yang mana menu takjil bulan ramadan bisa dinikmati setiap kalangan manapun.
Kejadian viral ini lantas mengundang beragam komentar dari warganet dengan saling membalas komentar lucu dan menghibur, bahkan pendeta Steve Marcel dalam khotbanya sempat menyinggung tentang war takjil dengan mengatakan “soal agama kita toleran tapi soal takjil kita duluan” statement ini pun mengundang gelak tawa dari banyak orang, sungguh seru yah tolerasi di negara kita
Indonesia memang di kenal sebagai negara yang tinggi akan nilai tolerasninya dan persaudaraan antar umat beragama. semoga saja fenomena war takjil yang marak berseliweran di beranda tik tok anda cukup menjadi bukti tidak perlu seiman untuk menjalin tali persaudaraan dan menjadi pelajaran bahwa perbedaan tidak lantas membuat kita asing dan hidup harmonis dalam keberagamaan. (*)
| Man Behind the Gun Trump: The Domino Effect Reaching Indonesia |
|
|---|
| Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen Saat Konflik Timur Tengah Bank Indonesia Sedang Jaga Stabilitas |
|
|---|
| Menjaga Badai Geopolitik |
|
|---|
| Batas Kewenangan dalam Relasi Antar Lembaga Negara |
|
|---|
| Setelah Salim S. Mengga: Siapa Bisa Menyamai, Bukan Sekadar Mengisi? |
|
|---|