Kamis, 23 April 2026

Sawah Kekeringan

60 Hektar Sawah Kekeringan, Petani di Desa Bunga-bunga Polman Terancam Gagal Panen

Menurut Ilyas ada 60 hektar sawah di Desa Bunga-Bunga alami kekeringan, terancam gagal panen.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 60 Hektar Sawah Kekeringan, Petani di Desa Bunga-bunga Polman Terancam Gagal Panen
fahrun Ramli Tribun Sulbar
Ilyas saat memperlihatkan sawah retak-retak, padi terancam gagal panen di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sabtu (3/2/2024). Dok Fahrun. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Puluhan hektar sawah para petani di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kekeringan, Sabtu (3/2/2024).

Pantauan Tribun-Sulbar.com, sawah yang berada di pinggir jalan menuju Desa Pasiang ini retak-retak.

Padi yang ditanam mulai satu Januari 2024 ini terancam gagal panen, lantaran padi mulai mati.

Mereka kini menunggu hujan, atau tadah hujan sejak irigasi persawahan kering di musim kemarau.

Para petani mulai resah dan khawatir, seperti yang dialami Ilyas saat ditemui wartawan.

Baca juga: Penipuan Sawah Bodong di Polman, Korban Rugi Hampir Rp1 Miliar, 6 Pelaku Ditangkap Polisi

Baca juga: 6 Peran Sindikat Penipuan Modus Gadai Sawah Bodong di Polman, Ada Staf Kelurahan

Menurut Ilyas ada 60 hektar sawah di Desa Bunga-Bunga alami kekeringan, terancam gagal panen.

"Kalau tidak hujan dalam tujuh hari kedepan pasti sudah mati, kita pastikan gagal panen," terang Ilyas saat menunjukkan area persawahannya.

Ia mengatakan warga desa saat menanam padi sempat hujan dan irigasi air belum kering.

Setelah bibit padi ditanam pada awal Januari, musim kemarau kembali melanda.

Irigasi air yang mengalir ke persawahan warga kering, selama satu bulan terakhir hujan tak kunjung datang.

Ilyas pun hanya bisa pasrah, melihat sawah retak-retak menuggu datangnya hujan.

"Dalam satu hektar itu biaya tanam sampai Rp5 juta per hektar, mulai garap sawah sampai bibit," lanjutnya.

Disebutkan biaya tanam padi mulai dari beli bahan bakar minyak untuk mesin dompeng.

Kemudian biaya bibit, waktu dan tenaga saat menaman terkuras, serta sewa para buruh tanam.

Warga saat ini mulai memikirkan cara untuk mengairi sawah, salah satunya menyewa pompa air.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved