Sabtu, 11 April 2026

Sawah Kekeringan

Atasi Kekeringan Sawah di Desa Bunga-bunga Polman, TPHP Akan Buat Sumur Bor dan Pengadaan Pompa Air

kendala yang ada di lapangan yaitu sumber air jauh sekitar 300 meter, akses irigasi melalui kebun untuk sampai ke lokasi persawahan

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Atasi Kekeringan Sawah di Desa Bunga-bunga Polman, TPHP Akan Buat Sumur Bor dan Pengadaan Pompa Air
fahrun Ramli Tribun Sulbar
Ilyas saat memperlihatkan sawah retak-retak, padi terancam gagal panen di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sabtu (3/2/2024). Dok Fahrun. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Tim Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat (Sulbar) sudah meninjau lahan persawah Dampak Perubahan Iklim (DPI) di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Koordinator POPT Wilayah Polman Masdin mengatakan, luas sawah yang terancam kekeringan itu mencaoai 120 Ha dan yang sudah terdampak 60 Ha, sedangkan umur padi baru masuk 10-20 hari pasca tanam.

Berdasarkan keterangannya, kendala yang ada di lapangan yaitu sumber air jauh sekitar 300 meter, akses irigasi melalui kebun untuk sampai ke lokasi persawahan dan masih dalam saluran air, sehingga serapan air tinggi sebelum sampai ke lokasi persawahan.

Selain itu, lokasi yang terdampak kekeringan berada di tengah hamparan yang sawahnya agak tinggi.

Baca juga: 60 Hektar Sawah Kekeringan, Petani di Desa Bunga-bunga Polman Terancam Gagal Panen

Baca juga: 1.902 Hektare Lahan Sawah Alami Kekeringan di Mamuju Akibat El Nino

Solusi dan upaya yang dilakukan di antaranya pompanisasi kerja sama fasilitasi alkon dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polman.

Kemudian kedua program pembuatan sumur dalam/bor, pembuatan biofori/lubang resapan.

"Kegiatan penanganan dampak perubahan iklim merupakan salah satu upaya antisipasi kekeringan yang sedang kita hadapi saat ini. Untuk itu, peran petugas lapang sangat besar dalam rangka mempertahankan dan jika perlu meningkatkan produksi padi di musim kemarau ini,” kata Kepala Dinas TPHP Sulbar Syamsul Ma’rif.

Sebelumnya diberitakan, puluhan hektar sawah para petani di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kekeringan, Sabtu (3/2/2024).

Mereka kini menunggu hujan, atau tadah hujan sejak irigasi persawahan kering di musim kemarau.

Para petani mulai resah dan khawatir, seperti yang dialami Ilyas saat ditemui wartawan.

Menurut Ilyas ada 60 hektar sawah di Desa Bunga-Bunga alami kekeringan, terancam gagal panen.

"Kalau tidak hujan dalam tujuh hari kedepan pasti sudah mati, kita pastikan gagal panen," terang Ilyas saat menunjukkan area persawahannya.

Ia mengatakan warga desa saat menanam padi sempat hujan dan irigasi air belum kering.

Setelah bibit padi ditanam pada awal Januari, musim kemarau kembali melanda.

Irigasi air yang mengalir ke persawahan warga kering, selama satu bulan terakhir hujan tak kunjung datang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved