Selasa, 14 April 2026

Anjing Rabies

Anjing Serang Bocah 5 Tahun di Wonomulyo Polman Positif Rabies

Eliminasi selektif merupakan tindakan pemusnahan terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Anjing Serang Bocah 5 Tahun di Wonomulyo Polman Positif Rabies
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
ANJING LIAR DITEMBAK MATI - Warga berhasil menembak mati satu ekor anjing liar yang menyerang bocah bernama Wira (5) di Kecamatan Wonomulyo, Polman, Sulbar, Selasa (31/3/2026). Anjing liar ditembak mati ini berlangsung di area persawahan Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Dok Fahrun. 

Ringkasan Berita:
  • Anjing yang menyerang bocah 5 tahun di Wonomulyo dipastikan positif rabies berdasarkan uji BBVet Maros.
  • Pemerintah akan melakukan vaksinasi darurat, penelusuran korban, dan eliminasi selektif hewan penular rabies.
  • Warga sebelumnya menembak mati anjing liar tersebut dan sampelnya diuji oleh petugas kesehatan hewan.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Satu anjing yang menerkam bocah laki-laki bernama Wira (5) di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dipastikan positif rabies, Jumat (10/4/2026).

Kepastian tersebut diketahui berdasarkan Laporan Hasil Uji (LHU) dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros dengan Nomor Registrasi 070004/R730801/04/2026 yang terbit pada 8 April 2026.

Dinas terkait akan menggelar vaksinasi darurat hingga eliminasi selektif terhadap hewan di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Warga Tembak Anjing Liar Serang Bocah 5 Tahun di Wonomulyo Polman Sampel Diambil Cek Rabies

Baca juga: 3 Kasus Serangan Anjing Liar di Wonomoulyo Polman 2 Bulan Terakhir Total 4 Korban Semua Anak-anak

Eliminasi selektif merupakan tindakan pemusnahan terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) seperti anjing.

Langkah tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan rabies setelah ditemukan kasus positif.

"Positif rabies," kata Sekretaris Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Polman, Akhmad Farid, kepada wartawan.

"Hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke BBVet Maros, ada satu yang positif," lanjutnya.

Vaksinasi Darurat dan Penelusuran Korban

Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnania Bagenda, mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penelusuran korban serta pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies (SAR).

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penanganan medis yang diperlukan, termasuk pemberian vaksin anti rabies bagi korban yang teridentifikasi," kata Isnania.

Ia menyebut petugas akan menelusuri warga yang mungkin telah menjadi korban gigitan atau kontak erat dengan anjing tersebut.

Isnania juga mengatakan pihaknya akan menggelar vaksinasi darurat serta eliminasi selektif terhadap HPR di sekitar lokasi kejadian.

Upaya tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan rabies dari hewan ke hewan maupun ke manusia.

Selain itu, pihaknya telah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies.

Termasuk langkah awal penanganan luka akibat gigitan HPR.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved